Surabaya (prapanca.id) – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) merayakan hari jadinya yang ke-61 dengan mengusung tema “Mengukir Perubahan dari Literasi Komunikasi ke Ekonomi Digital.” Perayaan berlangsung selama tiga hari, dari Senin (10/11/2025) hingga Rabu (12/11/2025), menampilkan serangkaian acara religius, reflektif, dan akademis.
Rektorat, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa turut serta dalam rangkaian acara yang dirancang untuk merefleksikan perjalanan kampus sekaligus mematok visi ke depan di era digital.
Rangkaian Acara Dimulai dengan Doa dan Ziarah
Hari pertama peringatan, Senin (10/11/2025), diisi dengan Istighosah dan doa bersama di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas lebih dari enam dekade kontribusi Stikosa-AWS dalam mencetak komunikator dan jurnalis profesional.
Keesokan harinya, Selasa (11/11/2025), civitas akademika melanjutkan acara dengan ziarah ke makam pendiri kampus, Abdul Aziz dan Toetik Aziz. Prosesi dilanjutkan dengan acara puncak tasyakuran Dies Natalis ke-61 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) AWS Surabaya.
Tasyakuran Diwarnai Kolaborasi Lintas Generasi
Acara tasyakuran dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pembina Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPW-JT) Suprawoto, Ketua YPW-JT Imawan Mashuri, dan Ketua Stikosa-AWS Dr. Jokhanan Kristiyono, M.Med.Kom.
Turut hadir perwakilan dari dunia pendidikan dan olahraga Kota Surabaya, menandakan jangkauan kolaborasi kampus yang luas. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Drumband Gita Bahana Klamsa dari SD Negeri Klampis Ngasem I/246 Surabaya, yang juga merupakan pentas pamit mereka menuju kompetisi tingkat kota.
Komitmen pada Inovasi dan Adaptasi
Dalam sambutannya, Dr. Jokhanan Kristiyono menegaskan bahwa usia 61 tahun bukan sekadar peringatan, melainkan momentum untuk berinovasi dan beradaptasi.
“Stikosa-AWS terus berkomitmen menjadi kampus komunikasi yang relevan, adaptif, dan berdaya saing global. Kami ingin mengukir perubahan dari literasi komunikasi menuju ekonomi digital yang produktif,” ujarnya.
Pernyataan senada disampaikan Pembina YPW-JT, Suprawoto, yang mengapresiasi semangat Stikosa-AWS dalam menjaga nilai-nilai lama sambil membuka ruang kolaborasi lintas generasi.
“Perubahan zaman menuntut kreativitas dan kolaborasi. Stikosa-AWS telah menunjukkan semangat itu melalui pendidikan komunikasi yang membumi dan berorientasi masa depan,” tutur Suprawoto.
Kuliah Tamu Tutup Rangkaian Acara
Rangkaian Dies Natalis ditutup pada Rabu (12/11/2025) dengan Kuliah Tamu dan Studi Ekskursi di Ruang Multimedia kampus. Menghadirkan pakar komunikasi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Muhammad Sulhan, S.I.P., M.Si., acara ini mengangkat tema “Navigasi Profesi Ilmu Komunikasi pada Lanskap Teknologi yang Disruptif.”
Kuliah tamu diikuti tidak hanya oleh mahasiswa Stikosa-AWS, tetapi juga oleh mahasiswa Universitas Sahid Surakarta yang tengah melakukan studi ekskursi. Diskusi berfokus pada tantangan dan peluang profesi di bidang komunikasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Melalui serangkaian kegiatan ini, Stikosa-AWS kembali menegaskan komitmennya untuk membangun literasi komunikasi yang kuat sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di era ekonomi digital.
Tentang Stikosa-AWS
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) didirikan pada 1964 oleh Abdul Aziz dan Toetik. Kampus ini merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia Timur yang berfokus pada pendidikan jurnalistik dan komunikasi massa. Saat ini, Stikosa-AWS mengelola dua program studi, Ilmu Komunikasi dan Bisnis Digital, dengan visi menjadi kampus komunikasi modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. (agu)

