Jakarta (prapanca.id) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengambil langkah strategis untuk mempercepat pemerataan fasilitas medis di wilayah Indonesia Timur. Tujuh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Provinsi Papua Pegunungan dipastikan naik kelas dari akreditasi D menjadi C. Upaya ini dilakukan demi memangkas jarak pelayanan dan memastikan masyarakat setempat mendapatkan hak medis yang setara.
Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, Ghotama Airlangga, menegaskan bahwa peningkatan status akreditasi ini menjadi jaminan bahwa mutu pelayanan kesehatan di Papua Pegunungan akan terus diprioritaskan. Komitmen tersebut disampaikan langsung dalam kunjungan kerjanya di Wamena.
Solusi Penanganan Penyakit Kritis di Papua Pegunungan
Perubahan status dari tipe D ke tipe C bukan sekadar formalitas administratif. Kenaikan tingkat ini berdampak langsung pada kelengkapan fasilitas dan jenis penanganan medis yang bisa dilakukan di dalam daerah.
Ghotama Airlangga menjelaskan bahwa setelah resmi menyandang akreditasi C, ketujuh RSUD tersebut akan memiliki kapasitas untuk menangani kasus-kasus penyakit berat. Penyakit kritis yang dimaksud meliputi pemeriksaan dan tindakan untuk pasien jantung, kanker, stroke, hingga uronefrologi.
Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat pasien dengan diagnosis penyakit berat harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar Pulau Papua. Dengan peningkatan status ini, Kemenkes berharap mata rantai rujukan yang panjang dan memakan biaya besar tersebut dapat segera dipangkas.
Program Pengampu: Kolaborasi 14 Rumah Sakit Top Nasional
Guna menyokong peningkatan mutu pelayanan tersebut, Kemenkes meluncurkan program pengampu atau penopang layanan kesehatan yang terintegrasi secara nasional. Program ini dirancang untuk mengatasi ketimpangan kualitas pelayanan antarwilayah di Indonesia.
Sebagai bentuk konkret, pemerintah telah meresmikan perjanjian kerja sama yang melibatkan pemerintah provinsi, delapan RSUD di Papua Pegunungan, serta direktur dari 14 rumah sakit ternama di Indonesia. Kerja sama lintas instansi ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi medis di daerah setempat melalui transfer teknologi dan manajemen visual rumah sakit modern.
Peningkatan Kapasitas Tenaga Medis Lokal
Selain pemenuhan alat kesehatan dan infrastruktur fisik, fokus utama dari transformasi ini terletak pada pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tenaga kesehatan lokal memegang peranan kunci dalam keberlanjutan layanan rumah sakit tipe C ini.
Melalui program kemitraan strategis tersebut, para dokter, perawat, dan tenaga medis di delapan RSUD Papua Pegunungan akan mendapatkan bimbingan intensif dari para ahli. Pelatihan khusus akan difokuskan pada tata laksana klinis penanganan penyakit-penyakit berat yang selama ini jarang ditangani di wilayah tersebut.
Pihak Kemenkes sangat berharap momentum ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para tenaga kesehatan lokal demi mengasah kemampuan dan memperbarui pemahaman medis mereka demi masa depan kesehatan Papua yang lebih baik. (anz)

