Surabaya (prapanca.id) – Drama China Twelve Letters (十二封信) menjadi salah satu serial fantasi romantis yang menarik perhatian pada 2025. Disutradarai oleh Sha Weiqi dan ditulis oleh Cheng Xiaomao serta Cheng Mengyan, drama ini tayang perdana di Tencent Video pada 29 Agustus 2025 dengan total 12 episode berdurasi sekitar 45 menit per episode.
Dibintangi Zhou Yiran sebagai Tang Yixun dan Wang Yinglu sebagai Ye Haitang, Twelve Letters menghadirkan cerita yang memadukan romansa remaja, misteri, dan elemen perjalanan waktu dalam satu narasi yang emosional.
Cerita berawal dari sebuah kotak surat di depan toko buku tempat Ye Haitang bekerja. Kehidupan Haitang berubah ketika sebuah surat misterius dengan nama pengirim Tang Yixun muncul secara tiba-tiba. Masalahnya, Yixun tidak pernah menulis surat tersebut. Kejanggalan semakin terasa ketika tulisan tangan dalam surat itu identik dengan tulisan Yixun sendiri.
Rasa penasaran membawa keduanya pada sebuah rahasia yang tidak masuk akal. Surat-surat yang dimasukkan ke dalam kotak tersebut ternyata dapat melintasi waktu. Surat yang ditulis pada masa kini dapat terkirim ke masa depan, sementara balasan dari masa depan juga dapat diterima di masa lalu.
Alur cerita kemudian berkembang semakin kompleks ketika dua remaja dari masa depan, Yu Nian dan Shen Cheng, menemukan surat-surat tersebut saat berusaha mencari orang tua mereka yang menghilang. Penelusuran mereka membuka hubungan yang selama ini tersembunyi antara masa lalu dan masa depan.
Kelebihan Drama Twelve Letters
1. Premis surat lintas waktu yang menarik dan emosional
Salah satu daya tarik terbesar Twelve Letters adalah konsep surat yang dapat melintasi waktu. Alih-alih menggunakan mesin waktu atau teknologi futuristik seperti kebanyakan drama bertema perjalanan waktu, serial ini memilih media yang sederhana berupa surat. Konsep tersebut membuat cerita terasa lebih hangat, personal, dan emosional karena setiap surat berisi harapan, penyesalan, serta keputusan yang dapat mengubah masa depan seseorang.
2. Alur misteri yang dibangun secara bertahap
Drama ini tidak langsung mengungkap seluruh rahasia sejak awal. Setiap episode memberikan petunjuk baru yang membuat penonton terus menebak hubungan antara Ye Haitang, Tang Yixun, Yu Nian, dan Shen Cheng. Cara cerita menghubungkan masa lalu dan masa depan menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat penonton sulit berhenti menonton.
3. Chemistry pemeran utama yang natural
Zhou Yiran dan Wang Yinglu berhasil membangun hubungan yang terasa alami. Interaksi mereka tidak dibuat berlebihan, melainkan berkembang perlahan seiring bertambahnya misteri yang mereka hadapi bersama. Hubungan tersebut membuat penonton lebih mudah terhubung secara emosional dengan perjalanan kedua karakter.
4. Pengembangan tema keluarga yang kuat
Di balik kisah romansa dan fantasi, Twelve Letters sebenarnya banyak berbicara tentang keluarga, kehilangan, penyesalan, dan kesempatan kedua. Kisah pencarian orang tua oleh Yu Nian dan Shen Cheng memberikan lapisan emosional yang membuat cerita tidak hanya berfokus pada percintaan remaja.
5. Durasi yang ringkas dan minim filler
Dengan hanya 12 episode, cerita terasa padat dan fokus. Hampir setiap adegan memiliki fungsi dalam membangun karakter atau mengembangkan misteri. Penonton tidak perlu menghadapi subplot yang terlalu panjang atau konflik yang sengaja diperlambat.
6. Sinematografi yang mendukung suasana cerita
Visual drama ini menggunakan nuansa hangat dan lembut yang cocok dengan tema nostalgia serta kenangan masa lalu. Beberapa adegan surat-menyurat dan momen emosional berhasil diperkuat oleh penggunaan pencahayaan dan musik latar yang tepat.
Kekurangan Drama Twelve Letters
1. Penjelasan mekanisme perjalanan waktu kurang mendalam
Drama ini lebih fokus pada dampak emosional dari surat lintas waktu dibanding menjelaskan bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi. Bagi penonton yang menyukai logika ilmiah atau aturan perjalanan waktu yang rinci, hal ini mungkin terasa kurang memuaskan.
2. Beberapa detail cerita membutuhkan perhatian penuh
Karena melibatkan dua periode waktu yang saling berkaitan, penonton harus memperhatikan detail-detail kecil yang muncul di setiap episode. Jika melewatkan satu adegan penting, hubungan antarperistiwa bisa terasa membingungkan.
3. Karakter pendukung belum dieksplorasi maksimal
Tokoh seperti Yu Nian dan Shen Cheng memiliki latar belakang yang menarik, tetapi beberapa karakter pendukung lainnya tidak mendapatkan ruang pengembangan yang cukup. Beberapa penonton mungkin ingin mengetahui lebih banyak mengenai kehidupan dan motivasi mereka.
4. Konflik tertentu terselesaikan terlalu cepat
Karena jumlah episodenya terbatas, beberapa konflik besar diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Ada beberapa momen yang sebenarnya memiliki potensi emosional lebih besar apabila diberikan waktu pengembangan yang lebih panjang.
5. Ritme cerita melambat di pertengahan episode
Meski secara keseluruhan menarik, terdapat beberapa bagian di tengah cerita yang lebih fokus pada pembangunan hubungan antar karakter dibanding perkembangan misteri utama. Bagi penonton yang menyukai ketegangan terus-menerus, bagian ini mungkin terasa sedikit lambat.
6. Ending bisa menimbulkan interpretasi berbeda
Penutup cerita memberikan ruang bagi penonton untuk menafsirkan beberapa aspek hubungan antartokoh dan konsekuensi dari perubahan masa lalu. Sebagian penonton akan menyukai pendekatan ini, tetapi sebagian lainnya mungkin menginginkan jawaban yang lebih tegas.
Twelve Letters bukan sekadar drama romansa remaja biasa. Drama ini menawarkan kombinasi misteri, fantasi, keluarga, dan perjalanan waktu yang dikemas secara emosional. Kekuatan utamanya terletak pada konsep surat lintas waktu yang unik, chemistry para pemain, serta kemampuannya menyentuh emosi penonton melalui tema kehilangan dan harapan.
Bagi penggemar drama seperti Someday or One Day, Shining for One Thing, atau Reset yang menyukai unsur perjalanan waktu dan misteri emosional, Twelve Letters menjadi tontonan yang layak dicoba. Meskipun masih memiliki beberapa kelemahan dalam penjelasan konsep dan pengembangan karakter pendukung, drama ini tetap berhasil menghadirkan pengalaman menonton yang berkesan dan menyentuh. (tas)

