Surabaya (prapanca.id) – Industri perfilman Korea Selatan kembali menghadirkan film bertema zombie melalui Colony (Hangul: 군체), karya terbaru sutradara Yeon Sang-ho yang dikenal luas lewat kesuksesan Train to Busan (2016). Film yang tayang perdana dalam kategori Midnight Screenings Festival Film Cannes 2026 ini menawarkan pendekatan berbeda terhadap genre mayat hidup dengan memadukan elemen bioteknologi, horor bertahan hidup, dan thriller ilmiah.
Film ini berpusat pada Kwon Se-jeong (Jun Ji-hyun), seorang profesor bioteknologi yang menghadiri konferensi ilmiah setelah menerima undangan dari mantan suaminya, Han Gyu-seong (Go Soo). Pertemuan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika seorang ilmuwan bernama Seo Young-cheol (Koo Kyo-hwan) melancarkan serangan bioterorisme menggunakan virus eksperimental yang menyebabkan manusia berubah menjadi makhluk agresif menyerupai zombie.
Wabah yang menyebar cepat membuat seluruh gedung konferensi dikarantina. Terjebak bersama para penyintas lain, Se-jeong berusaha memahami pola penyebaran virus sekaligus mencari jalan keluar. Seiring berjalannya cerita, para penyintas menyadari bahwa makhluk yang mereka hadapi bukan sekadar zombie biasa. Infeksi yang terjadi terus berevolusi dan menghasilkan ancaman yang semakin sulit diprediksi.
Dari sisi cerita, Colony berhasil menghadirkan ketegangan yang konsisten sejak awal hingga akhir. Yeon Sang-ho tidak hanya mengandalkan adegan kejar-kejaran atau aksi brutal, tetapi juga membangun atmosfer mencekam melalui konflik psikologis, kepanikan massa, dan dilema moral yang dihadapi para karakter.
Penampilan Jun Ji-hyun menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Karakternya tampil sebagai sosok intelektual yang rasional di tengah kekacauan, sekaligus menjadi pusat emosi cerita. Koo Kyo-hwan juga memberikan performa yang kuat sebagai ilmuwan kontroversial yang memicu bencana. Sementara Ji Chang-wook menghadirkan sisi kemanusiaan melalui perjuangan melindungi anggota keluarganya di tengah situasi yang semakin tidak terkendali.
Secara visual, Colony menawarkan desain makhluk terinfeksi yang lebih variatif dibanding film zombie pada umumnya. Konsep zombie yang terus berevolusi menjadi pembeda utama dan memberikan ruang bagi film untuk menghadirkan ancaman baru sepanjang cerita. Tata suara, efek praktikal, dan sinematografi dalam ruang tertutup turut memperkuat rasa klaustrofobik yang menjadi identitas film.
Meski demikian, film ini bukan tanpa kekurangan. Durasi yang cukup padat membuat beberapa karakter pendukung tidak mendapatkan pengembangan cerita yang mendalam. Penjelasan mengenai asal-usul virus dan aspek ilmiah tertentu juga terasa terbatas sehingga beberapa pertanyaan penting tidak terjawab secara rinci. Selain itu, penonton yang mengharapkan nuansa emosional sekuat Train to Busan mungkin akan menemukan bahwa Colony lebih berfokus pada aksi dan ketegangan dibanding drama keluarga.
Terlepas dari sejumlah kekurangan tersebut, Colony tetap menjadi salah satu film horor Korea paling menarik pada 2026. Film ini berhasil memperbarui formula zombie dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan dengan isu perkembangan bioteknologi serta ancaman wabah global.
Kelebihan Film:
- Premis zombie evolusioner yang segar dan berbeda.
- Penampilan kuat dari Jun Ji-hyun, Koo Kyo-hwan, dan Ji Chang-wook.
- Atmosfer tegang yang terjaga sepanjang film.
- Efek visual dan desain makhluk yang meyakinkan.
- Isu bioteknologi yang menambah kedalaman cerita.
Kekurangan Film:
- Pengembangan beberapa karakter pendukung masih terbatas.
- Penjelasan ilmiah mengenai virus belum terlalu mendalam.
- Unsur drama emosional tidak sekuat karya terbaik Yeon Sang-ho sebelumnya.
Secara keseluruhan, Colony merupakan film horor aksi yang solid dengan konsep menarik dan eksekusi yang menghibur. Bagi penggemar film zombie Korea maupun karya-karya Yeon Sang-ho, film ini menawarkan pengalaman menegangkan yang layak disaksikan di layar lebar. (tas)

