Surabaya (prapanca.id) – Lembaga penghargaan arsitektur internasional Prix Versailles kembali merilis daftar terminal bandara terindah di dunia tahun 2026. Pengumuman tersebut disampaikan pada 15 Juni 2026 dan menyoroti tujuh terminal bandara yang dinilai memiliki desain arsitektur kontemporer paling mengesankan di dunia.
Penghargaan ini diberikan kepada proyek-proyek yang mampu menghadirkan keseimbangan antara fungsi transportasi modern dengan identitas budaya lokal. Para juri menilai bandara masa kini tidak lagi sekadar menjadi ruang transit, tetapi juga menjadi simbol ekonomi, budaya, dan pariwisata sebuah wilayah.
Sekretaris Jenderal Prix Versailles, Jérôme Gouadain, menilai bandara modern kini berkembang menjadi landmark yang merepresentasikan karakter suatu daerah sekaligus menjawab kebutuhan perjalanan udara yang semakin tinggi.
Berikut daftar lengkap terminal bandara yang masuk kategori terminal bandara terindah di dunia 2026 versi Prix Versailles.
1. Guangzhou Baiyun International Airport Terminal 3
Terminal 3 Bandara Internasional Guangzhou Baiyun menjadi salah satu karya arsitektur paling menonjol tahun ini. Terinspirasi dari unsur awan, air, dan bunga yang identik dengan Kota Guangzhou, terminal ini menghadirkan atrium luas, taman dalam ruangan, serta area terbuka yang dipenuhi cahaya alami.
Dirancang oleh Artelia bersama Guangdong Architectural Design & Research Institute, bangunan ini juga mengangkat budaya Lingnan yang berkembang di wilayah China Selatan. Salah satu daya tarik utamanya adalah dek observasi publik yang disebut sebagai area pengamatan pesawat tertinggi di bandara China.
2. Frankfurt Airport Terminal 3
Terminal baru Bandara Frankfurt dirancang oleh arsitek Christoph Mäckler dengan konsep menyerupai jalan, plaza, dan alun-alun kota.
Keunikan terminal ini terletak pada instalasi seni berupa tiga cincin aluminium raksasa yang menggantung di area utama dan terus berputar mengikuti pergerakan pengunjung. Selain itu, desain modular yang diterapkan memungkinkan terminal beradaptasi terhadap perubahan jumlah penumpang maupun perkembangan teknologi penerbangan di masa depan.
3. Navi Mumbai International Airport Terminal 1
Terminal 1 Bandara Internasional Navi Mumbai menjadi salah satu proyek besar yang dirancang oleh Zaha Hadid melalui firma arsitek yang menyandang namanya.
Desain bangunan terinspirasi dari bunga teratai yang sedang mekar. Bentuk atap yang melengkung dipadukan dengan kolom-kolom artistik menciptakan kesan futuristik sekaligus elegan. Interior terminal juga dilengkapi karya seni digital interaktif yang memberikan pengalaman visual berbeda bagi para penumpang.
4. Lokapriya Gopinath Bordoloi International Airport Terminal 2
Terminal 2 Bandara Guwahati mengambil inspirasi dari anggrek bambu, bunga khas wilayah timur laut India.
Arsitek Nuru Karim menghadirkan konsep “sky forest” atau hutan langit melalui struktur atap berkubah yang menyerupai rumpun bambu. Berbagai elemen budaya lokal, mulai dari seni tradisional hingga kisah suku setempat, juga diintegrasikan ke dalam desain interior sehingga menciptakan suasana yang khas dan autentik.
5. San Diego International Airport Terminal 1
Terminal 1 Bandara Internasional San Diego dikenal melalui dinding kaca melengkung sepanjang 244 meter yang menjadi ciri khas bangunan tersebut.
Dirancang oleh Gensler bersama James Carpenter, fasad kaca tersebut mampu memaksimalkan pencahayaan alami sekaligus mengurangi panas yang masuk ke dalam bangunan. Desain ini juga membantu menurunkan jejak karbon hingga sekitar 30 persen dibanding konsep terminal konvensional.
6. Techo International Airport
Asia Tenggara turut diwakili oleh Bandara Internasional Techo di Kamboja yang dirancang oleh firma arsitektur ternama Foster + Partners.
Bangunan terminal mengadopsi bentuk atap bergelombang yang terinspirasi dari arsitektur istana dan kuil tradisional Kamboja. Interiornya menggunakan motif anyaman yang menyerupai bambu dan rotan, sementara pohon rumduol—bunga nasional Kamboja—ditanam di area tengah terminal sebagai elemen identitas lokal.
Selain estetika, desain bandara ini juga mengutamakan efisiensi perjalanan dengan jarak berjalan kaki yang relatif singkat dan tata ruang yang mudah dipahami.
7. Pittsburgh International Airport New Terminal
Terminal baru Bandara Internasional Pittsburgh mengusung konsep alam khas Pennsylvania Barat.
Atap bangunan dibuat bergelombang menyerupai Pegunungan Allegheny, sementara puluhan kolom baja bercabang menciptakan suasana layaknya hutan buatan di dalam terminal. Cahaya alami masuk melalui dinding kaca besar, dan nantinya tersedia beberapa teras terbuka yang memungkinkan penumpang menikmati udara segar sebelum penerbangan.
Daftar Prix Versailles 2026 menunjukkan bagaimana desain bandara modern terus berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana transportasi udara. Terminal-terminal terbaru kini dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, berkelanjutan, dan merepresentasikan identitas budaya setempat.
Dari kemegahan Terminal 3 Guangzhou Baiyun di China hingga kemewahan arsitektur Bandara Internasional Techo di Kamboja, ketujuh terminal ini menjadi bukti bahwa bandara telah bertransformasi menjadi ikon baru yang merefleksikan perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya suatu negara.
Dengan semakin meningkatnya mobilitas global, desain bandara diperkirakan akan terus menjadi salah satu elemen penting dalam industri pariwisata dan transportasi dunia. (ant)

