Surabaya (prapanca.id) – Golden State Warriors kembali menelan kekalahan saat menghadapi Los Angeles Lakers dengan skor telak 101-129 pada Sabtu (28/2) waktu Amerika Serikat. Hasil ini sekaligus menandai absennya Stephen Curry untuk ke-10 pertandingan berturut-turut akibat cedera lutut kanan.
Curry masih menjalani pemulihan dari sindrom nyeri patellofemoral atau yang kerap disebut “runner’s knee”, kondisi yang ditandai dengan pembengkakan dan nyeri di sekitar tempurung lutut. Cedera tersebut membuatnya belum bisa kembali menjalani latihan penuh bersama tim.
Dalam wawancara bersama jurnalis ESPN, Malika Andrews, Curry mengakui proses penyembuhan cedera lututnya sulit diprediksi. Ia menyebut membutuhkan waktu lebih lama sebelum benar-benar kembali ke lapangan.
Awalnya, Warriors optimistis sang bintang bisa kembali setelah jeda All-Star. Namun, ia mengalami kemunduran saat menjalani sesi latihan selama masa jeda tersebut. Setibanya di fasilitas latihan tim, Curry menyampaikan bahwa kondisinya belum siap untuk intensitas latihan kompetitif.
Tim medis kemudian memutuskan untuk mengistirahatkannya dari aktivitas latihan di lapangan selama 10 hari. Meski demikian, Curry tetap menjalani program penguatan fisik. Sebelum pertandingan melawan Lakers, ia terlihat melakukan latihan squat dengan beban pada lutut kanannya di ruang ganti.
Warriors dijadwalkan memberikan pembaruan kondisi terbaru pada Minggu waktu setempat. Berdasarkan situasi terkini, Curry diperkirakan masih akan absen dalam beberapa pertandingan ke depan.
Kekalahan dari Lakers membuat rekor Warriors menjadi 31-29. Mereka kini berada di posisi kedelapan klasemen Wilayah Barat dan berada di jalur menuju babak play-in.
Di tengah persaingan ketat menuju playoff, Curry menegaskan keinginannya untuk segera kembali dan membantu tim. Namun, ia juga menyadari pentingnya tidak memaksakan diri agar cedera tidak semakin parah.
Sang guard menekankan bahwa tahap pemulihan saat ini berfokus pada konsistensi hari-hari tanpa rasa sakit, sebelum akhirnya kembali berlatih di lapangan. Ia juga menjaga kebugaran dengan memperkuat bagian tubuh lainnya, menyadari bahwa begitu kembali, intensitas kompetisi akan meningkat menjelang playoff.
Bagi para pendukung Warriors, absennya Curry jelas berdampak besar pada performa tim. Namun, manajemen dan staf pelatih tampaknya memilih pendekatan hati-hati demi memastikan sang pemain kembali dalam kondisi terbaik.
Dengan musim reguler yang semakin mendekati fase krusial, keputusan terkait kebugaran Curry akan menjadi faktor penting dalam menentukan peluang Warriors melangkah lebih jauh musim ini. (ant)

