Manchester (prapanca.id) – Manajer Manchester United, Ruben Amorim, menegaskan bahwa klub tidak akan melepas pemain-pemain yang masuk dalam daftar jual dengan harga murah, meskipun sejumlah klub rival berharap mendapatkannya dengan diskon besar menjelang penutupan bursa transfer musim panas.
Beberapa pemain seperti Antony, Jadon Sancho, Alejandro Garnacho, dan Tyrell Malacia telah dikeluarkan dari skuad utama dan diminta berlatih terpisah di Carrington sejak awal pramusim.
Sementara Marcus Rashford telah lebih dulu hengkang ke Barcelona dalam transfer yang disebut sebagai mimpi yang jadi kenyataan, nasib empat pemain lainnya masih belum jelas.
Klub Peminat Diminta Tak Menunggu Harga Turun
Meski sejumlah klub seperti Real Betis (untuk Antony) dan Juventus (untuk Sancho) menunjukkan minat, belum ada kesepakatan konkret hingga saat ini. Para klub disebut tengah menunggu hingga mendekati tenggat transfer pada 1 September, dengan harapan harga akan turun.
Namun Amorim memberikan peringatan tegas. “Jason Wilcox, Omar Berrada, dan klub sudah menetapkan harga. Jika tidak ada yang menyamai, mereka tetap jadi pemain Manchester United,” ujarnya.
Pelatih asal Portugal itu menambahkan, beberapa pemain memang tengah mencari tantangan baru, namun keputusan akhir tetap akan berpijak pada penilaian klub.
“Saya tahu banyak klub menunggu hingga menit akhir, tapi bisa jadi mereka akan terkejut. Saya siap menyambut kembali para pemain itu jika perlu,” tegas Amorim.
MU Ingin Tambah Striker dan Gelandang Bertahan
Manchester United telah mengeluarkan hampir £130 juta untuk mendatangkan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan pemain muda Diego Leon. Meski begitu, Amorim masih mengincar seorang striker tambahan dan gelandang bertahan untuk menambal kelemahan dalam skuadnya.
Namun ia menyatakan puas dengan skuad yang ada saat ini jika tak ada tambahan lagi sebelum laga pembuka melawan Arsenal.
“Jika kami harus memulai musim dengan pemain yang ada, saya senang. Yang terpenting adalah semua yang ada saat ini memang ingin berada di sini,” ungkapnya.
Matheus Cunha: Tekanan di MU adalah Sebuah Kehormatan
Salah satu rekrutan anyar, Matheus Cunha, mengaku menolak tawaran dari klub besar lain seperti Tottenham dan Arsenal demi bergabung dengan Manchester United. Ia menyebut tekanan di klub sebesar MU adalah sebuah kehormatan, bukan beban.
“Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia. Ketika Ruben bicara bahwa dia ingin saya bantu mengembalikan kejayaan klub ini, saya langsung tertantang,” kata pemain asal Brasil berusia 26 tahun itu.
United dijadwalkan menghadapi Arsenal, Manchester City, dan Chelsea dalam lima laga awal musim – sebuah ujian berat bagi Amorim dan para pemain baru. Namun sang pelatih dan anak asuhnya tampak siap menghadapi tantangan itu. (agu)

