Surabaya (prapanca.id) – Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berat pada pekan ke-19 Super League 2025/2026 saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (1/2/2026). Meski tengah berada dalam tren positif empat kemenangan beruntun, tim berjuluk Bajol Ijo memilih tidak jemawa.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai Dewa United bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Menurutnya, tim asal Tangerang Selatan itu mulai kembali menemukan performa terbaik setelah meraih dua kemenangan beruntun.
Hasil positif tersebut menjadi sinyal kebangkitan Dewa United usai melewati periode sulit dengan tujuh laga tanpa hasil maksimal. Kondisi ini membuat laga di GBT diprediksi berlangsung ketat, terlebih dengan dukungan penuh Bonek dan Bonita yang siap memanaskan atmosfer stadion.
Bernardo Tavares menyoroti kualitas individu pemain Dewa United yang dinilainya sangat mumpuni. Ia menilai faktor finansial membuat Dewa United mampu merekrut pemain-pemain berkualitas setiap musim.
Pelatih asal Portugal itu juga mengamati adanya perubahan pendekatan permainan Dewa United. Jika sebelumnya lebih mengandalkan dominasi penguasaan bola, kini mereka tampil lebih fleksibel dengan mengoptimalkan transisi cepat.
Ia pun berharap kehadiran suporter di stadion bisa menjadi dorongan tambahan bagi para pemain Persebaya untuk menjaga konsistensi performa.
Persebaya Surabaya saat ini tengah menikmati tren positif setelah meraih empat kemenangan beruntun. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIM Yogyakarta pada laga sebelumnya menjadi bukti konsistensi permainan tim.
Memasuki putaran kedua, Persebaya melakukan perombakan skuad dengan melepas enam pemain, termasuk Rizky Dwi, Kadek Raditya, dan Diego Mauricio. Sebagai gantinya, manajemen mendatangkan empat pemain asing baru, yakni Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Gustavo Fernandes, dan Pedro Matos.
Jefferson Silva langsung dipercaya tampil penuh saat melawan PSIM. Bruno Paraiba mencatatkan gol debut, sementara Pedro Matos menunjukkan adaptasi cepat meski baru bergabung. Adapun Gustavo Fernandes masih menunggu debut resmi karena kondisi fisiknya terus dipantau oleh tim pelatih.
Bernardo Tavares menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru memainkan seluruh pemain anyar sejak menit awal. Menurutnya, proses adaptasi penting untuk meminimalkan risiko cedera dan menjaga performa jangka panjang. (ant)

