Surabaya (prapanca.id) – NBA resmi mengumumkan daftar finalis Twyman-Stokes Teammate of the Year Award 2026, yang menjadi penghargaan pertama dirilis pada musim ini. Total ada 12 pemain yang masuk nominasi, masing-masing enam dari Wilayah Barat dan Wilayah Timur.
Penghargaan ini diberikan kepada pemain yang dinilai sebagai rekan setim terbaik, bukan hanya dari performa di lapangan, tetapi juga dari sikap kepemimpinan, dedikasi, hingga peran sebagai mentor bagi pemain lain.
Dari Wilayah Timur, nama-nama yang masuk antara lain Jalen Brunson (Knicks), Jayson Tatum (Celtics), hingga Desmond Bane (Magic). Selain itu ada juga Duncan Robinson, Pat Connaughton, dan Garrett Temple.
Sementara dari Wilayah Barat, daftar finalis diisi oleh pemain-pemain berpengalaman seperti Jrue Holiday, Marcus Smart, dan De’Aaron Fox. Nama lain yang masuk adalah Jeff Green, DeAndre Jordan, serta Jaylin Williams.
Berbeda dari penghargaan individu lainnya, Twyman-Stokes Award menitikberatkan pada kontribusi non-statistik. Panel eksekutif NBA memilih finalis berdasarkan sikap tanpa pamrih, pengaruh positif di ruang ganti, hingga komitmen terhadap tim.
Selanjutnya, para pemain NBA akan memberikan suara untuk menentukan pemenang. Sistem penilaian menggunakan poin berjenjang, mulai dari 10 poin untuk pilihan pertama hingga 1 poin untuk pilihan kelima.
Pemenang dengan total poin tertinggi akan membawa pulang trofi serta hadiah sebesar 25 ribu dolar AS yang akan disumbangkan ke badan amal pilihannya.
Penghargaan ini pertama kali diberikan pada musim 2012-2013, dengan Chauncey Billups sebagai penerima perdana.
Sejumlah nama besar juga pernah meraih penghargaan ini, seperti Tim Duncan, Dirk Nowitzki, hingga Stephen Curry yang menjadi pemenang pada 2025.
Nama penghargaan ini diambil dari kisah inspiratif Jack Twyman dan Maurice Stokes. Keduanya merupakan rekan setim yang menunjukkan arti loyalitas sejati, ketika Twyman merawat dan menjadi wali bagi Stokes setelah mengalami cedera parah yang mengakhiri kariernya.
Twyman-Stokes Award menjadi pengingat bahwa dalam dunia olahraga profesional, nilai kebersamaan, empati, dan kepemimpinan tetap menjadi faktor penting.
Di tengah persaingan ketat NBA, penghargaan ini menyoroti sisi lain dari pemain bukan hanya sebagai bintang di lapangan, tetapi juga sebagai sosok yang membangun tim. (ant)

