Surabaya (prapanca.id) – New York Knicks memulai Final NBA 2026 dengan hasil sempurna setelah mencuri kemenangan di kandang San Antonio Spurs. Bertanding di Frost Bank Center, Rabu (3/6) malam waktu setempat, Knicks berhasil membalikkan keadaan dan menang 105-95 pada Game 1.
Kemenangan tersebut sekaligus memberikan keuntungan besar bagi tim asuhan Mike Brown yang kini unggul 1-0 dalam seri best-of-seven. Lebih penting lagi, Knicks sukses merebut keuntungan kandang dari Spurs yang sebelumnya tampil dominan sepanjang playoff.
San Antonio sebenarnya tampil meyakinkan sejak awal laga. Dipimpin Victor Wembanyama, Spurs mampu mengontrol permainan dan menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 55-48.
Momentum tuan rumah berlanjut pada kuarter ketiga ketika mereka sempat memperlebar jarak hingga 14 poin. Dukungan publik San Antonio membuat Spurs terlihat berada di jalur yang tepat untuk memenangkan pertandingan pembuka Final NBA.
Namun, situasi berubah drastis ketika Knicks mulai meningkatkan intensitas pertahanan mereka. Tim tamu mampu membatasi produktivitas serangan Spurs dan perlahan memangkas selisih angka.
New York menutup kuarter ketiga dengan laju impresif 22-9 yang membuat kedudukan kembali imbang 76-76 saat memasuki kuarter terakhir.
Pada momen krusial, Jalen Brunson kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin Knicks. Guard berusia 29 tahun itu menjadi motor kebangkitan New York dengan mencetak 30 poin.
Sebanyak 13 poin di antaranya lahir pada kuarter keempat, termasuk tembakan tiga angka penting yang mengubah jalannya pertandingan saat Spurs sempat unggul tipis 95-94.
Selain Brunson, kontribusi signifikan juga datang dari Karl-Anthony Towns yang membukukan double-double dengan 18 poin dan 12 rebound. OG Anunoby turut menyumbang 17 poin untuk membantu Knicks mengamankan kemenangan.
Pelatih Knicks, Mike Brown, memuji kemampuan Brunson tampil dalam situasi tekanan tinggi. Menurutnya, pemain bintang memang dituntut mampu membuat perbedaan ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
Di kubu Spurs, Victor Wembanyama tetap menjadi pemain paling produktif dengan torehan 26 poin dan 12 rebound. Meski demikian, performanya dinilai belum maksimal.
Bintang muda asal Prancis itu hanya mampu memasukkan enam dari 21 percobaan tembakan dari lapangan. Efisiensi yang rendah tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Spurs kesulitan mempertahankan keunggulan.
Stephon Castle menambahkan 17 poin, sementara Julian Champagnie dan Dylan Harper masing-masing menyumbang 16 poin. Namun kontribusi tersebut belum cukup untuk menghentikan kebangkitan Knicks pada paruh kedua pertandingan.
Usai laga, Wembanyama mengakui dirinya tidak tampil sesuai standar yang diharapkan dalam debut Final NBA.
Kemenangan ini memperpanjang catatan luar biasa Knicks di babak playoff. Tim asal New York tersebut kini mencatatkan 12 kemenangan beruntun di postseason, sebuah pencapaian yang hanya mampu diraih segelintir tim dalam sejarah NBA.
Selain itu, Knicks juga menjadi tim pertama yang berhasil mengalahkan Spurs pada Game 1 Final NBA. Sebelumnya, San Antonio selalu memenangkan enam laga pembuka final yang mereka jalani.
Hasil ini membuat Knicks hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk mengakhiri penantian panjang gelar juara NBA yang telah berlangsung lebih dari lima dekade.
Setelah kehilangan keuntungan kandang, Spurs wajib meraih kemenangan pada Game 2 agar tidak tertinggal lebih jauh sebelum seri berpindah ke New York.
Game 2 Final NBA 2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 waktu Amerika Serikat atau Sabtu pagi WIB. Pertandingan kembali digelar di Frost Bank Center, San Antonio.
Bagi Spurs, laga tersebut menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan sekaligus mengembalikan keseimbangan seri. Sementara Knicks akan berupaya mempertahankan momentum dan semakin mendekat ke gelar juara NBA pertama mereka sejak 1973. (ant)

