Surabaya (prapanca.id) – Musim Formula 1 2026 semakin dekat dan langsung menyita perhatian publik, hanya beberapa waktu setelah penutupan musim 2025 yang penuh drama. Lando Norris sukses mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara dunia pertamanya usai persaingan sengit hingga seri pamungkas. Kini, sorotan beralih ke musim baru yang diyakini akan menjadi titik awal perubahan besar di ajang balap F1.
Bagi penggemar, jeda antarmusim terasa singkat. Namun bagi tim-tim F1, periode ini justru menjadi fase paling krusial. Seluruh konstruktor tengah mempersiapkan mobil generasi terbaru 2026, yang akan digunakan seiring penerapan regulasi teknis baru. Aturan anyar tersebut dirancang untuk mempersempit jarak performa antartim dan meningkatkan kualitas persaingan di lintasan.
Salah satu perubahan paling mencolok di Formula 1 2026 adalah bertambahnya jumlah peserta. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, grid akan diisi oleh 11 tim dan 22 pembalap.
Cadillac resmi masuk sebagai tim baru, membawa ambisi besar dari Amerika Serikat untuk bersaing di level tertinggi motorsport. Kehadiran Cadillac diharapkan memberi warna baru, baik dari sisi teknologi, pemasaran, maupun daya tarik global Formula 1.
Selain itu, Audi akan menjalani debut penuh di F1 setelah mengakuisisi Sauber. Pabrikan asal Jerman ini datang dengan reputasi kuat dan ekspektasi tinggi. Musim 2026 akan menjadi panggung awal Audi dalam membangun fondasi jangka panjang, sekaligus menantang dominasi tim-tim mapan seperti Mercedes, Ferrari, dan Red Bull.
Dengan regulasi teknis anyar, komposisi kekuatan tim diprediksi bisa berubah signifikan. Tim papan tengah memiliki peluang lebih besar untuk mendekati barisan terdepan, sementara tim besar dituntut beradaptasi cepat agar tidak kehilangan keunggulan.
Perubahan ini juga membuka ruang pembuktian bagi para pembalap muda, sekaligus menjadi tantangan baru bagi juara dunia dan pembalap berpengalaman untuk tetap kompetitif di era baru Formula 1.
Sebelum balapan resmi dimulai, rangkaian tes pramusim akan menjadi ajang penting bagi tim untuk memahami karakter mobil baru.
- 26–30 Januari: Tes tertutup di Sirkuit Barcelona-Catalunya
- 11–13 Februari: Tes pramusim Bahrain
- 18–20 Februari: Tes pramusim Bahrain
Musim Formula 1 2026 akan berlangsung dalam 24 seri, dimulai dari Australia dan ditutup di Abu Dhabi.
- Seri 1: 6–8 Maret – GP Australia (Melbourne)
- Seri 2: 13–15 Maret – GP China (Shanghai, sprint)
- Seri 3: 27–29 Maret – GP Jepang (Suzuka)
- Seri 4: 10–12 April – GP Bahrain (Sakhir)
- Seri 5: 17–19 April – GP Arab Saudi (Jeddah)
- Seri 6: 1–3 Mei – GP Miami (sprint)
- Seri 7: 22–24 Mei – GP Kanada (sprint)
- Seri 8: 5–7 Juni – GP Monako
- Seri 9: 12–14 Juni – GP Barcelona-Catalunya
- Seri 10: 26–28 Juni – GP Austria (Spielberg)
- Seri 11: 3–5 Juli – GP Inggris (sprint)
- Seri 12: 17–19 Juli – GP Belgia (Spa)
- Seri 13: 24–26 Juli – GP Hungaria
Libur Musim Panas
- Seri 14: 21–23 Agustus – GP Belanda (sprint)
- Seri 15: 4–6 September – GP Italia (Monza)
- Seri 16: 12–14 September – GP Spanyol (Madrid)
- Seri 17: 24–26 September – GP Azerbaijan*
- Seri 18: 9–11 Oktober – GP Singapura (sprint)
- Seri 19: 23–25 Oktober – GP Amerika Serikat
- Seri 20: 30 Okt–1 Nov – GP Mexico City
- Seri 21: 6–8 November – GP Sao Paulo
- Seri 22: 19–21 November – GP Las Vegas
- Seri 23: 27–29 November – GP Qatar
- Seri 24: 4–6 Desember – GP Abu Dhabi
*GP Azerbaijan digelar pada hari Sabtu menyesuaikan hari nasional setempat.
Formula 1 2026 bukan sekadar musim baru, melainkan awal era baru yang berpotensi mengubah peta persaingan secara menyeluruh. Dengan regulasi anyar, masuknya tim baru, dan jadwal padat sepanjang tahun, F1 2026 diyakini akan menjadi salah satu musim paling dinantikan dalam sejarah balap modern. (ant)

