Munich (prapanca.id) – Dikenal sebagai klub tersukses dalam sejarah sepak bola Jerman, FC Bayern Munich terus menegaskan dominasinya baik di kancah domestik maupun Eropa. Berdiri sejak tahun 1900, klub berjuluk Die Roten ini telah mencatatkan deretan prestasi yang sulit ditandingi oleh klub mana pun di Jerman.
Puncak kejayaan Bayern dimulai pada era 1970-an ketika mereka menjuarai Piala Eropa (European Cup) tiga kali berturut-turut pada 1974, 1975, dan 1976. Secara keseluruhan, Bayern telah tampil di 11 final Liga Champions UEFA, dengan koleksi 6 trofi Liga Champions, 33 gelar Bundesliga, 1 gelar Liga Europa, 2 Piala Interkontinental, 2 Piala Super Eropa, dan 1 Piala Winners.
Dominasi mereka di Bundesliga semakin kuat ketika pada musim 2019/2020, Bayern meraih gelar liga ke-30 sekaligus gelar kedelapan secara beruntun. Klub asal Bavaria ini kemudian dilatih oleh Julian Nagelsmann sejak April 2021, setelah dua musim menangani RB Leipzig.
Rivalitas abadi Bayern dengan Borussia Dortmund menjadi warna tersendiri dalam sepak bola Jerman. Sejak Agustus 2019, Bayern tak terkalahkan dari Dortmund di ajang German Supercup maupun Bundesliga.
Dalam ajang Liga Champions 2021/2022, Bayern tampil dominan di fase grup, memimpin di atas Barcelona, Benfica, dan Dynamo Kyiv. Setelah menyingkirkan RB Salzburg dengan agregat 8-2, langkah Bayern terhenti di perempat final usai kalah agregat 1-2 dari Villarreal.
Pada musim 2023/2024, Bayern kembali menunjukkan konsistensinya di Eropa. Satu grup dengan Manchester United, Galatasaray, dan FC Copenhagen, mereka lolos sebagai juara grup tanpa kekalahan. Di fase gugur, Bayern mengalahkan Lazio Roma di babak 16 besar dan Arsenal di perempat final, sebelum dijadwalkan menghadapi Real Madrid untuk memperebutkan tiket final.
Selama bertahun-tahun, Bayern Munich telah mengukuhkan diri sebagai simbol kekuatan sepak bola Jerman di Eropa, dengan filosofi permainan menyerang dan kedisiplinan khas Jerman yang menjadi ciri mereka.
Sejarah Pertemuan Bayern Munich dan Paris Saint-Germain
Pertemuan antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG) selalu menjadi sorotan di kompetisi Eropa. Kedua klub pertama kali bentrok secara sengit pada musim 2017/2018 di fase grup Liga Champions. Saat itu, PSG mencatat kemenangan telak 3-0 di Parc des Princes berkat gol Dani Alves, Edinson Cavani, dan Neymar, yang terpilih sebagai man of the match.
Tiga tahun kemudian, kedua klub kembali berhadapan di final Liga Champions 2020. Bayern keluar sebagai juara setelah menang tipis 1-0 melalui gol tunggal Kingsley Coman, pemain asal Prancis yang juga merupakan mantan punggawa PSG. Kemenangan tersebut menandai gelar Liga Champions keenam bagi Bayern.
Musim berikutnya, di perempat final Liga Champions 2020/2021, PSG sukses membalas kekalahan itu. Bermain di Allianz Arena, PSG menang 3-2 lewat dua gol Kylian Mbappé, meski kalah 0-1 di leg kedua di Paris. Agregat 3-3 membawa PSG lolos ke semifinal berkat keunggulan gol tandang.
Menjelang musim baru, hasil undian pada 28 Agustus menempatkan Bayern Munich satu grup dengan Chelsea, Club Brugge, Sporting CP, dan Union Saint-Gilloise, sementara PSG akan menghadapi Arsenal, PSV Eindhoven, dan Paphos.
Dengan sejarah panjang prestasi dan rivalitas yang intens di kancah Eropa, Bayern Munich tetap menjadi ikon kekuatan sepak bola Jerman dan salah satu klub paling disegani di dunia. (anz)

