Albacete (prapanca.id) – Kejutan besar terjadi di ajang Copa del Rey. Klub kasta kedua Spanyol, Albacete, berhasil menyingkirkan Real Madrid setelah menang dramatis dengan skor 3-2 pada laga babak 16 besar yang digelar Kamis (15/1/2025).
Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi kemenangan pertama Albacete atas Real Madrid sepanjang sejarah, sekaligus mengantar mereka ke perempat final Copa del Rey. Sementara itu, hasil ini menandai awal yang pahit bagi Álvaro Arbeloa dalam debutnya sebagai pelatih kepala Real Madrid.
Jalannya Pertandingan
Albacete tampil percaya diri sejak awal pertandingan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-42. Javi Villar mencetak gol lewat sundulan dari tengah kotak penalti setelah memanfaatkan umpan silang José Carlos Lazo dalam situasi sepak pojok.
Real Madrid mampu menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu babak pertama. Tepat pada menit 45’+3′, Franco Mastantuono mencetak gol dari jarak dekat usai situasi sepak pojok, membuat skor imbang 1-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain. Albacete kembali unggul pada menit ke-82 melalui Jefté Betancor, yang melepaskan tembakan kaki kanan dari sisi kiri kotak penalti setelah lini pertahanan Madrid gagal menyapu bola dengan sempurna.
Drama terjadi di penghujung laga. Real Madrid menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit 90’+1′ lewat sundulan Gonzalo García, yang memanfaatkan umpan silang Arda Güler dari sepak pojok.
Namun, Albacete memastikan kemenangan secara dramatis empat menit berselang. Pada menit 90’+4′, Jefté Betancor kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat serangan balik cepat, mengubah skor menjadi 3-2 sekaligus memastikan langkah Albacete ke babak berikutnya.
Awal Sulit Arbeloa Bersama Real Madrid
Kekalahan ini menjadi awal yang mengecewakan bagi Álvaro Arbeloa, yang baru ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid untuk menggantikan Xabi Alonso setelah masa kepelatihan delapan bulan yang penuh gejolak.
Real Madrid tampil tanpa sejumlah bintang utama seperti Kylian Mbappé, Jude Bellingham, Thibaut Courtois, dan Rodrygo yang diistirahatkan. Vinícius Júnior dimainkan sejak awal, namun gagal memberi dampak signifikan karena Madrid kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Meski memiliki pengalaman panjang bersama klub, baik sebagai pemain maupun pelatih tim muda, Arbeloa harus menghadapi kenyataan pahit di laga perdananya. Mantan bek kanan tersebut telah mengabdi untuk Real Madrid selama 20 tahun dan turut berkontribusi dalam berbagai kesuksesan klub, termasuk dua gelar Liga Champions dan satu gelar La Liga.
Sejarah untuk Albacete
Bagi Albacete, kemenangan ini menjadi momen bersejarah. Klub yang saat ini berada di posisi ke-17 klasemen Segunda División tersebut berhasil menumbangkan raksasa Spanyol dan menciptakan salah satu kejutan terbesar di Copa del Rey musim ini.
Dengan hasil ini, Albacete melaju ke perempat final, sementara Real Madrid harus mengubur ambisi mereka di kompetisi domestik tersebut lebih awal dari yang diperkirakan. (anz)

