Surabaya (prapanca.id) – Memasuki 7 hari terakhir Ramadan, banyak umat Muslim berusaha memaksimalkan ibadah. Malam-malam biasanya diisi dengan berbagai aktivitas spiritual seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga i’tikaf untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Namun di tengah peningkatan aktivitas ibadah tersebut, kondisi tubuh juga sedang berada pada fase akhir adaptasi setelah hampir satu bulan menjalani puasa.
Jika pola makan, istirahat, dan hidrasi tidak dijaga dengan baik, tubuh justru bisa mengalami kelelahan. Kondisi ini berpotensi membuat stamina menurun sehingga aktivitas ibadah menjadi kurang optimal.
Agar ibadah tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan kesehatan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga energi selama 7 hari terakhir Ramadan.
1. Jangan Lewatkan Sahur dengan Menu Seimbang
Sahur merupakan sumber energi utama selama menjalani puasa. Melewatkan sahur atau hanya mengonsumsi makanan ringan berpotensi membuat tubuh cepat lemas di siang hari.
Menu sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat. Contohnya nasi atau oatmeal, telur, tempe, sayuran, serta buah-buahan.
Karbohidrat kompleks membantu energi bertahan lebih lama, sementara protein dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama selama berpuasa.
2. Perhatikan Asupan Cairan
Kekurangan cairan atau dehidrasi sering menjadi penyebab tubuh terasa cepat lelah saat berpuasa, terutama jika aktivitas ibadah di malam hari meningkat.
Salah satu cara mudah menjaga hidrasi adalah menggunakan pola 2-4-2, yaitu:
- 2 gelas air saat berbuka
- 4 gelas air di malam hari
- 2 gelas air saat sahur
Selain air putih, buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, atau jeruk juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
3. Batasi Konsumsi Makanan Manis Saat Berbuka
Makanan manis sering menjadi pilihan utama saat berbuka puasa. Meski dapat mengembalikan energi dengan cepat, konsumsi gula berlebihan justru bisa menyebabkan lonjakan energi yang singkat.
Setelah itu, tubuh biasanya akan kembali terasa lemas.
Sebagai alternatif, berbukalah dengan kurma atau buah segar, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama yang lebih seimbang dan bergizi.
4. Atur Waktu Tidur dengan Baik
Pada 7 hari terakhir Ramadan, waktu tidur sering berkurang karena aktivitas ibadah yang meningkat di malam hari.
Kurang tidur dalam beberapa hari berturut-turut dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat konsentrasi berkurang.
Untuk mengatasinya, Anda bisa memanfaatkan waktu siang dengan tidur singkat atau power nap sekitar 20–30 menit. Tidur singkat ini cukup efektif membantu memulihkan energi tubuh.
5. Tetap Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Meskipun sedang berpuasa, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik agar tetap bugar.
Tidak perlu olahraga berat. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai setelah berbuka, peregangan ringan, atau gerakan relaksasi sudah cukup membantu menjaga kebugaran.
Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga tubuh terasa lebih segar.
6. Dengarkan Sinyal Tubuh
Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda. Jika tubuh mulai terasa sangat lelah, pusing, atau kurang fit, penting untuk memberikan waktu istirahat yang cukup.
Menjaga kesehatan merupakan bagian penting agar ibadah tetap bisa dilakukan secara konsisten hingga akhir Ramadan.
Memaksimalkan ibadah di 7 hari terakhir Ramadan memang menjadi harapan banyak umat Muslim. Namun keseimbangan antara ibadah dan kesehatan tetap perlu diperhatikan.
Dengan pola makan yang tepat, hidrasi yang cukup, serta istirahat yang terjaga, stamina dapat tetap optimal hingga akhir Ramadan.
Dengan begitu, berbagai ibadah seperti tarawih, tadarus, hingga i’tikaf dapat dijalani dengan lebih nyaman dan khusyuk. (ant)

