Surabaya (prapanca.id) – Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPW-JT) meminta seluruh jajaran Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) untuk terus memperkuat Program Studi (Prodi) Bisnis Digital. Dorongan ini disampaikan karena bidang tersebut dinilai menjadi kekuatan baru dengan prospek kerja yang semakin luas di era transformasi digital.
Ketua YPW-JT, Imawan Mashuri, menilai bahwa kebutuhan industri terhadap tenaga profesional digital terus meningkat. Ia menyebutkan bahwa lulusan bisnis digital memiliki peluang karier beragam, mulai dari pemasaran digital, pengelolaan e-commerce, analisis data bisnis, konsultasi bisnis digital, hingga technopreneurship. Selain itu, peluang di sektor perbankan digital, layanan keuangan, startup, serta pengembangan produk digital juga semakin terbuka.
Dalam pemaparannya, Imawan menjelaskan bahwa peran-peran seperti digital marketer, manajer e-commerce, analis data, konsultan bisnis digital, project manager, hingga social media specialist kini menjadi kebutuhan hampir seluruh industri. Karena itu, Prodi Bisnis Digital di Stikosa-AWS diharapkan dapat menjadi pendorong utama penguatan akademik kampus di masa mendatang.
Ketua Stikosa-AWS, Dr. Jokhanan Kristiyono, mengungkapkan bahwa prodi tersebut baru berjalan dua tahun namun menunjukkan perkembangan sangat signifikan. Sejak dibuka pada 2024, jumlah mahasiswa mengalami peningkatan sekitar 60 persen pada 2025. Peningkatan itu dikaitkan dengan hadirnya dosen yang kompeten serta rutinitas menghadirkan praktisi industri untuk memberikan sudut pandang aplikatif kepada mahasiswa.
Praktisi yang hadir sebagai dosen tamu tidak hanya berasal dari dalam negeri. Stikosa-AWS tercatat pernah menghadirkan pelaku industri dari Malaysia serta profesional dari perusahaan teknologi nasional, termasuk praktisi Gojek yang membawakan materi mengenai ekosistem layanan digital, pengembangan produk berbasis teknologi, hingga pemanfaatan data untuk memahami perilaku pengguna.
Selain itu, kuliah tamu internasional juga digelar dengan menghadirkan Prof. Sam dari INTI University Malaysia, yang memberikan wawasan global mengenai dinamika bisnis digital di kawasan ASEAN. Menurut Jokhanan, kolaborasi seperti ini memperkaya pengalaman mahasiswa dan membuka peluang kerja sama akademik lintas negara.
Terkait akreditasi, Jokhanan menjelaskan bahwa Prodi Bisnis Digital belum menjalani asesmen karena belum memiliki lulusan pertama. Asesmen baru dapat dilakukan setelah siklus akademik lengkap. Namun, Prodi Ilmu Komunikasi Stikosa-AWS baru saja meraih Akreditasi Unggul pada asesmen pertengahan November 2025. Pencapaian tersebut dinilai menjadi motivasi bagi prodi baru untuk memperkuat kualitas sejak dini.
Persiapan akreditasi Prodi Bisnis Digital disebut sudah mulai disusun melalui penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan aktivitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), penguatan portofolio mahasiswa, kolaborasi dengan praktisi, serta pengembangan dokumentasi akademik sesuai standar LAMSPAK. Jokhanan optimistis bahwa prodi tersebut dapat mencapai hasil akreditasi baik ketika memasuki penilaian resmi. (sas)

