Jember (prapanca.id) – Dalam upaya memperkuat fondasi nilai keislaman di kalangan generasi muda, Dosen UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Dr. Lukman Fahmi, S.Ag., M.Pd., hadir sebagai pemateri kunci dalam Workshop Pengembangan Program Studi Sejarah Peradaban Islam di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Workshop bertajuk “Adaptasi Qur’ani Gen Z dalam Peradaban Islam Kontemporer” ini digelar di Gedung BEC Lantai 2 oleh Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH).
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FUAH UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Ahidul Asror, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang memperkaya pemikiran mahasiswa dan memperkuat semangat Qur’ani dalam menjawab tantangan zaman. Kolaborasi akademik lintas kampus seperti ini dinilainya dapat memperluas wawasan dan meneguhkan nilai-nilai keislaman di era digital.
Dalam pemaparannya, Dr. Lukman Fahmi mengupas tuntas topik “Adaptasi Gen Z di Peradaban Islam.” Ia mendeskripsikan Gen Z sebagai boundaryless generation atau generasi tanpa batas yang hidup dalam dunia yang mengaburkan garis antara realitas fisik dan digital.
“Gen Z tumbuh di dunia yang mengaburkan batas antara dunia nyata dan digital, sehingga menuntut kemampuan adaptasi spiritual, intelektual, dan sosial yang kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Lukman menguraikan sejumlah tantangan utama yang dihadapi Gen Z Muslim, termasuk distraksi digital, krisis literasi kritis, kebingungan identitas spiritual, serta ketergantungan berlebihan pada teknologi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ini justru dapat diubah menjadi peluang untuk kebangkitan Islam yang relevan.
“Gen Z adalah generasi yang kreatif, adaptif, dan digital native. Namun dari semua kehebatan itu perlu dibingkai dengan nilai-nilai Qur’ani agar tidak kehilangan arah spiritual. Adaptasi sejati terjadi ketika teknologi dan iman berjalan beriringan,” tegasnya.
Di akhir sesi, Dr. Lukman memaparkan peran ideal Gen Z Muslim ke depan, yaitu menjadi inovator nilai Islam di ruang digital, pelopor teknologi yang bermanfaat, serta penggerak gerakan sosial yang mencerminkan akhlak Rasulullah.
Materi yang disampaikan mendapat respons antusias dari peserta, terutama mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN KHAS Jember. Diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa menyoroti berbagai tantangan nyata yang mereka hadapi dan bagaimana mengintegrasikan nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari. Turut hadir memperkaya diskusi, Hibbi Farihin, M.S.I., dosen UIN Satu Tulungagung, yang memberikan perspektif sosial-keagamaan. Workshop diakhiri dengan refleksi bersama untuk menginternalisasi semangat Qur’ani dalam setiap langkah Gen Z. (tia)

