Malang (prapanca.id) — Gelaran wisuda Universitas Brawijaya (UB) Periode XV yang berlangsung di Gedung Samantha Krida, Sabtu (11/04/2026), kembali melahirkan lulusan berprestasi. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Clara Diandra Ully, S.M., lulusan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.
Mahasiswi asal Jakarta Timur tersebut berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 dan menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat, yakni 3 tahun 3 bulan.
Clara mengawali perjalanannya di UB melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Keputusannya merantau ke Malang tidak hanya didorong oleh reputasi kampus, tetapi juga tekad untuk membuktikan kemampuan akademiknya.
Ia menyebut dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab selama menempuh pendidikan. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi fondasi dalam menjaga konsistensi belajar hingga akhir masa studi.
Konsistensi Akademik dan Motivasi Berprestasi
Seiring berjalannya waktu, motivasi Clara berkembang. Ia tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga berupaya mencapai hasil maksimal sebagai bentuk tanggung jawab pribadi dan kebanggaan bagi keluarga.
Pencapaiannya sebagai wisudawan terbaik tidak lepas dari konsistensi akademik yang dijaga sejak awal kuliah. Ia dikenal aktif, disiplin, dan mampu mempertahankan performa akademik di tengah berbagai tantangan perkuliahan.
Selain itu, keterlibatannya dalam kegiatan ilmiah turut memperkuat kapasitas akademiknya, terutama dalam penelitian dan analisis isu ekonomi.
Riset PayLater dan Fenomena Gestun Jadi Sorotan
Salah satu kontribusi akademik Clara yang menonjol adalah skripsinya yang mengangkat fenomena ekonomi marginal berjudul “Beli Uang Dengan Pay Later: Menelisik Aksesibilitas Shopee Pay Later dan Pendapatan Masyarakat di Kota Malang Terhadap Perilaku Gesek Tunai.”
Penelitian tersebut merupakan pengembangan dari proyek Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang ia kerjakan bersama tim beranggotakan lima orang. Proyek ini berhasil lolos pendanaan hingga tahap final Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), sehingga dapat dikonversi menjadi tugas akhir sesuai regulasi kampus.
Dalam risetnya, Clara mengkaji praktik gesek tunai (gestun) yang kini tidak hanya terjadi pada kartu kredit, tetapi juga merambah layanan paylater seperti Shopee PayLater. Ia menemukan bahwa kemudahan akses layanan tersebut mendorong masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, hingga pelaku usaha kecil, untuk memperoleh dana tunai secara instan meski berisiko tinggi.
Fenomena ini, menurut Clara, berkaitan erat dengan kondisi ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Malang. Akses yang lebih mudah dibandingkan kartu kredit menjadikan paylater sebagai alternatif cepat, meskipun memiliki konsekuensi finansial yang tidak ringan.
Dalam proses penelitian, Clara menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam mencari informan. Topik gestun yang sensitif membuat sebagian masyarakat enggan terbuka. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi melalui pendekatan persuasif dan ketekunan dalam pengumpulan data.
Keberhasilan Clara menjadi wisudawan terbaik sekaligus peneliti muda menunjukkan bahwa kombinasi antara disiplin, konsistensi, dan keberanian mengangkat isu relevan dapat menghasilkan capaian akademik yang unggul. (anz)

