– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat posisi daerah sebagai destinasi investasi global melalui forum East Java Investment Briefing (EJIB) 2026. Kegiatan ini mengusung tema East Java Investment Outlook 2026: Strengthening Global Connectivity – East Java Strategic Investment Projects as Indonesia’s New Gateway dan digelar di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (9/2).
Emil menyampaikan bahwa EJIB menjadi babak baru dalam penguatan kerja sama ekonomi internasional Jawa Timur. Forum ini dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Kerja Sama Ekonomi, serta para duta besar dari berbagai negara, di antaranya Swedia, Rusia, Korea Selatan, Singapura, Finlandia, dan Jepang.
“Kami ingin membangun jalur diplomasi ekonomi yang lebih konkret agar Jawa Timur masuk dalam peta prioritas investasi global. Namun yang terpenting bukan sekadar promosi, melainkan realisasi dan kemampuan menyelesaikan persoalan investasi di lapangan,” ujar Emil.
Dalam paparannya, Emil menekankan kinerja ekonomi Jawa Timur yang solid sepanjang 2025. Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 25,29 persen dan 14,4 persen terhadap perekonomian nasional. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,85 persen secara tahunan, mendekati angka 6 persen, sementara pertumbuhan kumulatif tahunan mencapai 5,33 persen, melampaui rata-rata nasional.
Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar Rp147,7 triliun dan menempatkan provinsi ini dalam tiga besar nasional. Pada Triwulan IV 2025, investasi tumbuh signifikan sebesar 31,6 persen secara kuartalan dan 11,4 persen secara tahunan, mencerminkan tingginya kepercayaan investor.
Emil menambahkan, Jawa Timur telah menjadi tujuan investasi asing dari 70 negara dengan ribuan perusahaan beroperasi. Ke depan, arah kebijakan pembangunan difokuskan pada penguatan daya saing industri melalui pengembangan kawasan industri.
“Kawasan industri menjadi magnet utama investasi asing karena infrastrukturnya sudah siap dan terintegrasi,” jelasnya.
Melalui EJIB 2026, Pemprov Jatim juga menawarkan berbagai proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) di sektor infrastruktur, manufaktur, agribisnis, pariwisata, hingga properti. Emil menegaskan Jawa Timur siap berperan sebagai simpul konektivitas ekonomi nasional dan global. (tas)

