Surabaya (prapanca.id) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengajak para alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Konsolidasi Organisasi dan Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS Jawa Timur yang berlangsung di Mercure Hotel Grand Mirama, Minggu (26/4).
Dalam kesempatan itu, Emil menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan wilayah strategis dengan potensi besar di berbagai sektor, sehingga membutuhkan kontribusi nyata dari sumber daya manusia berkualitas, termasuk para alumni perguruan tinggi. Alumni UNS dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan jejaring yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan daerah.
Menurut Emil, kontribusi alumni tidak harus terbatas pada sektor pemerintahan. Ia menekankan bahwa peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang profesi, baik di sektor swasta, akademik, kewirausahaan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Peran Alumni dalam Ekosistem Pembangunan
Dalam konteks pembangunan daerah, Emil melihat pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Alumni perguruan tinggi, termasuk UNS, memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara dunia akademik dan praktik di lapangan.
Ia menilai bahwa kontribusi berbasis kompetensi dan pengalaman kerja masing-masing alumni akan memperkuat ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat kompleksitas tantangan pembangunan yang membutuhkan pendekatan multidimensional.
Selain itu, Emil juga membuka ruang seluas-luasnya bagi alumni UNS yang ingin berkiprah di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa provinsi ini selalu terbuka bagi talenta terbaik dari berbagai daerah untuk turut membangun dan memberikan dampak positif.
Pentingnya Persatuan di Tengah Dinamika Global
Dalam arahannya, Emil juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas nasional di tengah kondisi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Ia menilai bahwa situasi geopolitik saat ini menuntut seluruh elemen bangsa untuk tetap solid dan adaptif.
Menurutnya, kondisi tersebut memiliki kemiripan dengan masa pandemi COVID-19, di mana ketidakpastian menjadi tantangan utama yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, sinergi antar elemen masyarakat, termasuk alumni, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan.
Dorongan untuk Kritik Konstruktif dan Partisipasi Aktif
Emil juga menekankan pentingnya peran masyarakat, termasuk alumni, dalam memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah. Ia menyampaikan bahwa kebijakan publik membutuhkan dukungan sekaligus kritik yang membangun agar dapat menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat.
Ia menilai bahwa tidak semua masukan dapat langsung diimplementasikan, mengingat perlunya kajian yang komprehensif dari berbagai aspek. Namun demikian, partisipasi aktif dalam bentuk gagasan, kritik, dan aksi nyata tetap menjadi elemen penting dalam proses pembangunan.
Memperkuat Kolaborasi untuk Masa Depan
Kegiatan konsolidasi IKA UNS Jawa Timur ini menjadi momentum untuk mempererat jejaring alumni sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam berkontribusi bagi daerah dan bangsa. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat menghasilkan berbagai inisiatif strategis yang berdampak nyata.
Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman profesional, serta jaringan yang luas, alumni UNS diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di berbagai sektor. Kontribusi tersebut tidak hanya akan memperkuat Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan nasional, tetapi juga mendukung kemajuan Indonesia secara keseluruhan. (tas)

