Surabaya (prapanca.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menerjunkan 850 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) di Kabupaten Lamongan. Penerjunan mahasiswa tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Lamongan, Selasa (6/1/2026).
Ratusan mahasiswa UNAIR ini akan melaksanakan KKN-BBK di empat kecamatan, yakni Pucuk, Babat, Sugio, dan Kedungpring. Selama masa pengabdian, mahasiswa akan berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa melalui berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof. Herry Purnobasuki, MSi, PhD, secara simbolis menyerahkan mahasiswa KKN-BBK kepada Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, MEk. Prosesi penerimaan dilakukan dalam kegiatan apel pagi di lingkungan Kantor Bupati Lamongan.
Dalam sambutannya, Bupati Lamongan mengapresiasi kepercayaan UNAIR yang secara konsisten menjadikan Lamongan sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Ia menilai keberadaan mahasiswa KKN selalu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.
“UNAIR selalu memberi kesan dan legacy yang baik. Kehadiran mahasiswa sangat membantu masyarakat kami, khususnya dalam mendorong kreativitas dan pembangunan desa,” ujar Yuhronur Efendi.
Sementara itu, Prof. Herry menjelaskan bahwa KKN-BBK UNAIR tahun ini mengusung program unggulan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utama meliputi pengentasan kemiskinan, sanitasi, akses air bersih, serta isu-isu pembangunan berkelanjutan lainnya.
“Melalui KKN-BBK, mahasiswa kami dorong untuk terlibat langsung dalam implementasi SDGs bersama masyarakat. Harapannya, program ini memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui program ini, UNAIR berharap mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan yang adaptif dan solutif, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pembangunan berkelanjutan. (tas)

