Surabaya (prapanca.id) – Pascabencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil langkah konkret mempercepat pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak di Aceh. Fokus utama program ini adalah mendampingi pelaku usaha mikro dari keluarga miskin di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Selama dua hari, 21–22 Februari 2026, enam dosen ahli UNAIR diterjunkan langsung ke lokasi untuk memberikan pendampingan intensif. Program ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan universitas agar peran perguruan tinggi tidak berhenti pada bantuan darurat, melainkan berlanjut pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Prof. Dr. Bagong Suyanto, MSi, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek keberlanjutan ekonomi keluarga. Menurutnya, masyarakat terdampak membutuhkan strategi penguatan usaha agar tidak terjebak dalam siklus kerentanan ekonomi.
“Setiap pelaku usaha mikro akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp3 juta untuk mendukung keberlanjutan usaha mereka. Namun yang lebih penting adalah perubahan pola pikir dalam mengembangkan usaha,” ujarnya.
Pendampingan yang diberikan tidak hanya berupa suntikan modal, tetapi juga pelatihan manajemen usaha, penguatan literasi keuangan, serta strategi diversifikasi pendapatan. Konsep yang diusung adalah memperbesar usaha ke samping, bukan semata-mata meningkatkan skala produksi, melainkan menambah variasi sumber penghasilan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, UNAIR bekerja sama dengan alumni di Aceh, Yayasan Peduli Pembangunan Ekonomi Pesisir Aceh (YAPPERA), serta Universitas Malikussaleh. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan proses monitoring dan evaluasi berjalan berkelanjutan, mengingat jarak geografis antara Surabaya dan Aceh.
Selain aspek ekonomi, tim juga memberikan edukasi mitigasi bencana dan penguatan kesehatan masyarakat. Bantuan peralatan produksi disalurkan sesuai kebutuhan warga guna meningkatkan kapasitas usaha secara praktis dan terukur.
Program ini sejalan dengan komitmen UNAIR sebagai entrepreneurial university yang aktif berkontribusi dalam penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta penguatan kemitraan.
Melalui pendampingan terstruktur dan kolaboratif ini, UNAIR berharap pelaku usaha mikro di Pidie Jaya dapat kembali bangkit, memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat, dan lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang. (tas)

