Surabaya (prapanca.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Australia. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar Konsulat Jenderal Australia di Oakwood Hotel & Residence Surabaya, Rabu (4/3/2026).
Dalam sambutannya, Adhy menyampaikan apresiasi atas inisiatif Konsulat Jenderal Australia di Surabaya yang menghadirkan ruang silaturahmi di momentum Ramadan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin erat antara Jawa Timur dan Australia.
“Atas nama Pemprov Jatim, kami menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen kerja sama yang sudah berjalan baik,” ujar Adhy.
Ia menekankan bahwa relasi Jawa Timur dan Australia tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah (government to government), tetapi juga melalui interaksi langsung antarmasyarakat (person to person). Fondasi sosial tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan hubungan jangka panjang.
Adhy menjelaskan, kolaborasi kedua pihak telah berkembang di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Beberapa program yang telah berjalan di antaranya New Colombo Plan (NCP), KONEKSI, dan BRIDGE, yang mempertemukan institusi pendidikan, peneliti, serta generasi muda kedua negara untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan.
Di sektor pendidikan tinggi, sejumlah universitas Australia juga aktif menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi di Jawa Timur. Pemprov Jatim, lanjut Adhy, berkomitmen membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing global.
“Kami ingin memastikan masyarakat Jawa Timur memperoleh kesempatan pengembangan diri, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM,” tegasnya.
Selain bidang pendidikan dan ekonomi, kerja sama sosial dan budaya turut diperkuat. Adhy menyoroti program seni inklusif bagi penyandang disabilitas serta diplomasi olahraga melalui pertandingan persahabatan antara Persebaya Surabaya dan Football West dalam rangka peringatan 34 tahun hubungan Australia–Indonesia.
Menurutnya, berbagai interaksi tersebut mencerminkan hubungan yang dinamis dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Ia juga menegaskan peran konsulat sebagai jembatan komunikasi yang menjaga harmoni dan saling pengertian antarbangsa.
Menutup sambutannya, Adhy berharap kegiatan buka puasa bersama ini menjadi ruang dialog produktif untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.
Melalui momentum Ramadan, Pemprov Jatim menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis dengan Australia sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur. (tas)

