Surabaya (prapanca.id) – Program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) meninggalkan jejak manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sobrah dan Kelurahan Mojoasem setelah satu bulan pelaksanaan, Januari 2026. Beragam program yang dijalankan mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan keluarga.
Di Desa Sobrah, mahasiswa BBK 7 UNAIR menginisiasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami dari daun serai dan kulit jeruk. Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan dan terjangkau, tetapi juga efektif sebagai upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga tentang pentingnya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Kontribusi mahasiswa juga terasa signifikan di sektor pendidikan. Kepala SD Negeri Sobrah, Devie, mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang dinilai membawa suasana baru dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, metode pembelajaran kreatif yang diterapkan mahasiswa memberikan penyegaran bagi guru dan meningkatkan antusiasme siswa.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala MI Al Hikmah Sobrah, Erna. Ia menilai program seperti Sobrah English Camp mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dan berkesan bagi peserta didik.
Di sektor lingkungan, mahasiswa BBK 7 UNAIR memperkenalkan pemanfaatan limbah sekam padi menjadi arang sekam. Ketua Gapoktan Desa Sobrah, Anam, menyebut program tersebut membantu petani mengatasi permasalahan limbah pertanian sekaligus meningkatkan nilai guna hasil samping produksi padi.
Sementara itu, di Kelurahan Mojoasem, Kabupaten Gresik, kehadiran mahasiswa BBK 7 UNAIR dirasakan membawa manfaat besar terutama bagi pendidikan anak-anak. Program les malam hari yang rutin digelar dinilai membantu meningkatkan pemahaman belajar siswa.
Program pemberdayaan keluarga, seperti pelatihan memasak makanan bergizi dan pembuatan teh bunga telang, juga meninggalkan dampak berkelanjutan. Warga menilai kegiatan tersebut mudah dipraktikkan dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Secara keseluruhan, KKN BBK 7 UNAIR tidak hanya menjadi ajang pengabdian mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. (tas)

