Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menegaskan posisinya sebagai barometer inovasi nasional. Sepanjang tahun 2025, Kota Pahlawan berhasil melahirkan sebanyak 1.214 inovasi lintas sektor, sekaligus mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Kota dengan Inovasi Terbanyak dalam Satu Tahun”.
Rekor tersebut diumumkan dalam Puncak Penganugerahan dan Pameran Inovasi Suroboyo (Inovboyo) 2025 yang digelar di Balai Pemuda Surabaya, Rabu (17/12/2025). Capaian ini melengkapi prestasi sebelumnya, yakni keberhasilan Surabaya mempertahankan peringkat pertama sebagai Kota Terinovatif se-Indonesia dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa ribuan inovasi tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, inovasi tidak dimaknai sebagai sekadar ajang pamer teknologi, melainkan sebagai solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Rekor MURI ini adalah bonus dari kerja keras bersama. Inovasi hadir untuk memangkas birokrasi, mempercepat layanan kesehatan, serta menggerakkan ekonomi umat. Jika berhenti berinovasi, maka kita berhenti melayani,” tegas Eri Cahyadi.
Pada tahun 2025, Pemkot Surabaya mengusung tema “Inovasi untuk Peningkatan Kualitas Infrastruktur dan Mitigasi Bencana”. Fokus tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan perubahan iklim, penanganan banjir, serta penguatan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM.
Salah satu inovasi unggulan adalah pengembangan waste management karya anak muda Surabaya yang bahkan telah dikirim ke Aceh untuk membantu penanganan bencana. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi lokal Surabaya mampu memberikan dampak hingga skala nasional.
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa dari total 1.214 inovasi, sebanyak 355 inovasi berasal dari perangkat daerah, sementara 859 inovasi lahir dari partisipasi masyarakat, perguruan tinggi, hingga tingkat RT/RW. Bahkan, sebagian inovasi dikembangkan oleh pelajar dari jenjang SD hingga SMA.
Untuk menjamin keberlanjutan inovasi, Pemkot Surabaya menerapkan konsep strategic matchmaking yang menghubungkan inovator dengan sektor swasta melalui program CSR agar dapat diproduksi massal dan bernilai ekonomi.
Apresiasi juga datang dari Kementerian Dalam Negeri dan DPRD Kota Surabaya yang menilai inovasi Surabaya telah bergerak dari pola reaktif menuju preventif, serta berkontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. (tas)

