Surabaya (prapanca.id) – Tingginya kebutuhan penguasaan bahasa Inggris sejak usia dini mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan di tingkat masyarakat. Salah satunya adalah Program Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH) yang digagas Kecamatan Pakal bersama Bunda PAUD Kecamatan Pakal untuk memberikan akses pembelajaran bahasa Inggris secara gratis bagi anak-anak.
Program yang ditujukan bagi peserta didik usia dini hingga siswa sekolah dasar kelas awal tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam waktu singkat, kuota peserta yang tersedia langsung terpenuhi, bahkan sejumlah calon peserta harus masuk dalam daftar tunggu.
Bunda PAUD Kecamatan Pakal, Aprilia Ayu Nilawati, mengatakan program tersebut hadir sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan bahasa Inggris yang mudah diakses dan tidak membebani ekonomi keluarga.
Menurutnya, masih terdapat anak-anak yang belum memperoleh kesempatan belajar bahasa Inggris secara optimal di lingkungan sekolah. Sementara itu, kursus bahasa Inggris berbayar belum dapat dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.
“Usia dini merupakan periode penting dalam perkembangan anak. Pada masa ini, kemampuan menyerap bahasa dan pengetahuan baru berkembang sangat cepat. Karena itu, kami ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal bahasa Inggris sejak awal dengan metode yang menyenangkan,” ujar Ayu, Rabu (3/6/2026).
Program RICH melibatkan mentor dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang menerapkan metode fun learning atau belajar sambil bermain. Pendekatan tersebut dirancang agar anak-anak dapat mengikuti proses pembelajaran secara santai tanpa tekanan.
Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, program ini juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial dan kepercayaan diri peserta. Sejumlah orang tua mengaku melihat perubahan perilaku anak setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satu orang tua peserta, Ila Nurfia, mengatakan anaknya menjadi lebih aktif berinteraksi dengan teman sebaya dan lebih percaya diri dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Hal serupa disampaikan Yeni, orang tua Klarisa Anandia. Ia mengaku putrinya yang sebelumnya cenderung pendiam kini lebih terbuka dalam bergaul dan menunjukkan antusiasme saat mempraktikkan materi yang diperoleh di kelas.
Sementara itu, Wiwin Linda menilai program tersebut berhasil menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris pada putranya, Raihan Prabuwijaya. Menurutnya, sang anak kini lebih berani tampil di depan umum dan sering mengulang materi pembelajaran di rumah.
Melalui Program RICH, Kecamatan Pakal berupaya menghadirkan ruang belajar yang inklusif sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang membantu anak-anak mengembangkan kemampuan bahasa asing, keterampilan sosial, serta rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. (tas)

