Tokyo (prapanca.id) – Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih, Sanae Takaichi, menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un guna menyelesaikan isu warga Jepang yang diculik oleh Pyongyang. Pernyataan ini disampaikan Takaichi dalam pertemuan dengan keluarga korban penculikan di Kantor Perdana Menteri di Tokyo pada Kamis (23/10/2025).
“Saya akan menemukan terobosan apapun yang terjadi,” ujar Takaichi kepada para keluarga, seperti dilaporkan Kyodo News. Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah yang telah berlarut-larut ini dan menyatakan kesiapan mengadakan pertemuan puncak dengan Kim Jong-un.
Takuya Yokota, adik dari Megumi Yokota yang diculik pada tahun 1977, mendesak Takaichi untuk memastikan para korban penculikan dapat segera dipulangkan.
Ia mengingatkan bahwa jika repatriasi tidak terjadi selama orang tua para korban masih hidup, keluarga akan melakukan protes keras terhadap pemerintah Jepang. Sakie Yokota, ibu Megumi, kini menjadi satu-satunya orang tua dari korban penculikan yang masih hidup dan diakui secara resmi oleh pemerintah Jepang.
Pemerintah Jepang menyatakan bahwa 17 warganya diculik oleh Korea Utara dan 12 di antaranya masih berada di negara tersebut. Namun, Pyongyang membantah klaim ini dengan menyatakan bahwa delapan dari dua belas orang telah meninggal, dan empat lainnya tidak pernah memasuki negara mereka, sehingga tidak ada lagi masalah yang perlu diselesaikan.
Sementara itu, pemerintah Jepang juga dilaporkan sedang mengatur pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump – yang dijadwalkan berkunjung ke Jepang pada Senin depan – dengan keluarga korban penculikan. Langkah ini menunjukkan upaya terus-menerus dari Tokyo untuk menggalang dukungan internasional dalam menyelesaikan isu kemanusiaan yang sensitif ini. (anz)

