Jakarta (prapanca.id) – PLN turut ambil bagian dalam program “Mudik Bareng Sektor ESDM 2026” yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Program tersebut secara resmi dilepas di Jakarta pada Selasa (17/3) sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Sebanyak 1.496 peserta diberangkatkan melalui program ini dengan total 20 rute tujuan ke berbagai wilayah di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan badan usaha sektor energi dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan aman dan nyaman.
Kolaborasi Pemerintah dan BUMN Energi
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa program mudik bersama telah menjadi agenda tahunan yang memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Program ini tidak hanya ditujukan bagi pegawai di lingkungan sektor ESDM, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.
Pada tahun ini, Kementerian ESDM bersama mitra menyediakan 33 unit bus yang melayani berbagai rute strategis, mulai dari Pulau Jawa hingga Sumatera, seperti Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Palembang, dan Medan.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman, sekaligus mengurangi beban transportasi menjelang Hari Raya Idulfitri.
PLN Dorong Mudik Aman dan Ramah Lingkungan
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa partisipasi PLN dalam program ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menciptakan mudik yang efisien dan berkelanjutan.
Menurutnya, penggunaan transportasi massal seperti bus dapat membantu menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan, sehingga berkontribusi pada pengurangan kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, pendekatan ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi emisi dari kendaraan individu.
Pastikan Keandalan Listrik Selama Ramadan dan Idulfitri
Tidak hanya berfokus pada program mudik, PLN juga memastikan kesiapan pasokan listrik nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Perusahaan memproyeksikan beban puncak listrik mencapai 35.017 megawatt (MW), dengan kapasitas pasok sebesar 51.967 MW.
Dengan demikian, tersedia cadangan daya sekitar 16.950 MW untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di seluruh Indonesia.
PLN juga telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemeriksaan pembangkit hingga jaringan distribusi, guna memastikan layanan tetap optimal selama periode libur panjang.
Dukungan untuk Kenyamanan Masyarakat
Kesiapan infrastruktur kelistrikan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, termasuk perjalanan mudik dan perayaan bersama keluarga.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan layanan terbaik, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan tenang tanpa gangguan listrik.
Mudik Lebaran Lebih Terjangkau dan Aman
Program Mudik Bareng ESDM 2026 menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan perjalanan yang lebih terjangkau dan terorganisir. Selain mengurangi biaya, program ini juga meningkatkan aspek keselamatan bagi para pemudik.
Dengan sinergi antara pemerintah dan BUMN, diharapkan tradisi mudik dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. (agu)

