Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pemasangan barrier atau pembatas jalan dari beton di ruas Jalan Jenderal Basuki Rachmat, tepatnya di kawasan depan Tunjungan Plaza. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan mengantisipasi pelanggaran lalu lintas oleh pengendara.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pemasangan barrier beton ditujukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Ia menjelaskan, penggunaan material beton dipilih karena lebih permanen dan tidak mudah dipindahkan dibandingkan dengan barrier plastik.
“Karena kalau pakai yang plastik itu, orang mudah menggeser kemudian lewat. Kalau nggak gitu digeser dilewati untuk menyeberang secara sembarangan,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri, Sabtu (18/10).
Cak Eri mengajak seluruh warga dan pengendara untuk turut serta menjaga fasilitas umum yang telah disediakan. Ia menekankan bahwa fasilitas ini dimaksudkan untuk keselamatan bersama, bukan untuk disalahgunakan.
“Ayo saling menjaga Surabaya. Kalau ada tanda larangan parkir jangan parkir sembarangan, kalau sudah ditutup barrier jangan belok memotong jalan, agar tidak ada kecelakaan,” imbau dia.
Selain di kawasan Tunjungan, Wali Kota juga menyoroti perilaku pengendara yang kerap memutar balik secara sembarangan di perempatan Jalan Pandegiling. Menurutnya, kebiasaan berhenti di tengah persimpangan untuk memotong jalur dan putar balik sangat berbahaya.
Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya untuk menindak tegas pelanggar. Cak Eri juga meminta peran aktif masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran lalu lintas.
“Saya akan koordinasi dengan Kasatlantas apakah nanti diberikan sanksi. Kalau tidak, tambah banyak kecelakaan nanti di perempatan-perempatan itu. Ini alasan diberi separator beton, fungsinya biar tidak langsung nyerobot dan buka-buka barrier jalan,” tegasnya.
Tidak hanya kepada pengendara, pesan keselamatan juga disampaikan kepada pejalan kaki. Cak Eri mengingatkan untuk menyeberang pada tempat yang telah disediakan, termasuk menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang telah dilengkapi lift.
“Sudah ada lift, maka bisa menggunakan lift di JPO. Itu untuk menghindari kecelakaan, karena di sana (Jalan Basuki Rachmat) itu jalur cepat. Saya juga berharap, warga Surabaya kalau ada traffic light jangan berhenti di tengah-tengah, sehingga bikin macet dan menyebabkan kecelakaan,” pungkasnya. (anz)

