Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan aset daerah. Melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Pemkot Surabaya resmi meluncurkan aplikasi SASETBOYO atau Sistem Aplikasi Sewa Aset Surabaya yang dapat diakses secara daring melalui laman resmi sasetboyo.surabaya.go.id.
Platform digital ini dirancang untuk mempermudah masyarakat, pelaku usaha, hingga investor dalam mengakses informasi terkait aset milik pemerintah daerah yang berpotensi untuk dimanfaatkan melalui kerja sama. Dengan sistem yang terintegrasi secara digital, proses pemanfaatan aset daerah diharapkan menjadi lebih terbuka, efisien, dan akuntabel.
Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati, menjelaskan bahwa peluncuran aplikasi tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemkot Surabaya dalam memperkuat tata kelola Barang Milik Daerah (BMD). Menurutnya, transparansi dan kemudahan akses informasi menjadi kunci dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan aset pemerintah.
“Melalui platform ini masyarakat maupun calon investor dapat melihat berbagai aset milik Pemkot Surabaya yang berpotensi untuk dikerjasamakan. Informasi tersebut disajikan secara terbuka sehingga proses pemanfaatan aset dapat berlangsung transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Wiwiek, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi pengelolaan aset tidak hanya memberikan kemudahan dalam hal akses informasi, tetapi juga mendukung tertib administrasi dalam proses pengelolaan aset daerah. Dengan sistem yang lebih terstruktur, setiap tahapan kerja sama pemanfaatan aset dapat dipantau secara jelas dan terdokumentasi dengan baik.
Selain itu, aplikasi SASETBOYO diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum dimaksimalkan. Banyak aset milik pemerintah yang memiliki potensi ekonomi tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui sistem ini, calon mitra kerja sama dapat dengan mudah mengetahui jenis aset yang tersedia, lokasi, hingga potensi pemanfaatannya. Proses pengajuan kerja sama juga dibuat lebih sederhana sehingga dapat mempercepat terjalinnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Harapannya, aplikasi ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan dunia usaha sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini masih belum maksimal,” jelas Wiwiek.
Optimalisasi aset daerah tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi investor, tetapi juga mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan pemanfaatan aset yang produktif, pemerintah dapat memperoleh sumber pendapatan tambahan yang kemudian dapat digunakan untuk mendukung pembangunan kota.
Lebih lanjut, Wiwiek menegaskan bahwa digitalisasi melalui SASETBOYO juga bertujuan untuk meminimalkan keberadaan aset daerah yang tidak digunakan atau idle. Aset yang sebelumnya belum termanfaatkan diharapkan dapat dikelola secara lebih produktif melalui kerja sama dengan pihak swasta.
“Dengan sistem digital ini, kami ingin memastikan bahwa aset daerah dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan nilai tambah bagi pembangunan Kota Surabaya,” pungkasnya.
Melalui inovasi tersebut, Pemkot Surabaya berharap tercipta ekosistem pengelolaan aset yang lebih modern, transparan, dan mampu menarik minat investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (tas)

