Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat normalisasi saluran sebagai langkah strategis pengendalian genangan di kawasan Osowilangun dan sekitarnya. Sejak Senin (16/2/2026) pagi hingga malam, Satuan Tugas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melakukan pemantauan serta pembersihan intensif di saluran crossing Jalan Kalianak, tepatnya di sisi barat Jembatan Kalianak.
Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, ditemukan akumulasi sampah rumah tangga, endapan sedimen, hingga batang pohon yang menghambat aliran air di saluran bawah jalan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan kapasitas tampung saluran, terutama saat terjadi peningkatan debit air akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara terukur dan bertahap guna memastikan fungsi drainase kembali optimal.
“Saat ini tim fokus pada pembersihan di titik crossing Jalan Kalianak karena terdapat material yang cukup banyak. Kami lakukan pengangkatan sampah dan pengerukan sedimen agar aliran air kembali lancar,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ia menambahkan, posisi manhole berada sekitar 2,5 meter dari tepi jalan sehingga proses pembukaan akses saluran memerlukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan area kerja. Petugas bekerja secara bergantian dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja serta koordinasi lintas instansi guna meminimalkan gangguan terhadap pengguna jalan.
Menurut Hidayat, normalisasi saluran di Jalan Kalianak merupakan bagian dari program berkelanjutan Pemkot Surabaya dalam memperkuat sistem drainase kota. Kawasan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan jaringan sungai utama yang bermuara ke laut, sehingga kelancaran aliran air menjadi faktor krusial dalam sistem pengendalian banjir dan genangan.
“Pekerjaan ini tidak hanya dilakukan saat terjadi genangan, tetapi juga sebagai langkah preventif. Prinsipnya, saluran harus selalu siap menampung debit air dalam berbagai kondisi cuaca,” tegasnya.
Pemkot Surabaya berharap upaya ini mampu meningkatkan kapasitas saluran secara signifikan dan menekan potensi genangan di wilayah Kalianak dan Osowilangun. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Dukungan warga sangat penting agar sistem drainase dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan,” pungkas Hidayat. (tas)

