Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah berduka setelah Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dewi Soeriyawati, tutup usia pada Rabu (3/12/2025) sore. Kepergian almarhumah menyisakan duka mendalam bagi jajaran pemkot dan para kolega yang pernah bekerja bersamanya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama sejumlah pejabat Pemkot Surabaya langsung melawat ke rumah duka di Jalan Penjaringan Asri 1A No.13, Surabaya. Setibanya di lokasi, Wali Kota Eri menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya mendoakan, semoga beliau diberi tempat paling mulia di sisi Gusti Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan rahmat oleh Allah,” ujar Eri.
Sosok Teladan di Lingkungan Pemkot Surabaya
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu mengenang almarhumah sebagai sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdedikasi tinggi. Selama bertugas di Pemkot Surabaya, baik saat menjabat sebagai Asisten II maupun sebelumnya sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag), Dewi dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang hangat dan mengayomi.
“Beliau kalau sama anak buah ngemong. Banyak kenangan yang dimiliki teman-teman. Beliau tidak pernah marah, selalu jadi guru, mengajari, dan dekat dengan siapa pun. Saat bertugas di Cipta Karya pun, banyak pengusaha yang terbantu oleh beliau,” kenang Eri.
Rekan Kerja: Sosok Ramah, Solutif, dan Dermawan
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Kota Surabaya, Aly Murtadlo, juga menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Dewi Soeriyawati. Menurutnya, almarhumah merupakan pribadi yang ramah, bertanggung jawab, dan selalu memberi solusi ketika menghadapi kendala pekerjaan.
“Beliau sangat bertanggung jawab dan suka memberikan solusi. Setiap ada program-program kebaikan yang saya sampaikan, insyaallah beliau selalu ikut serta,” ujar Aly.
Aly menceritakan bahwa pada Oktober–September 2025, almarhumah masih sempat mengikuti kegiatan ziarah wali bersama rekan-rekan pemkot. Namun setelah itu, kondisi kesehatannya menurun sehingga tidak dapat melanjutkan kegiatan di bulan berikutnya.
Selain dikenal sebagai pejabat yang solutif, Dewi juga dikenang sebagai donatur program makan siang gratis di Masjid Al-Muhajirin Pemkot Surabaya.
“Insyaallah semua amal beliau diridhai oleh Allah. Saya yakin beliau sosok yang shalihah dan husnul khatimah. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya, memberikan kesabaran bagi keluarga, dan meninggikan derajatnya,” tutup Aly. (tas)

