Surabaya (prapanca.id) – Peluncuran sekaligus bedah buku Ameliorate karya Felarose C. Zahwa berlangsung meriah di Auditorium Institut Français Indonesia Surabaya pada Senin (13/4). Acara ini dihadiri pegiat literasi lintas kota serta mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kegiatan dibuka dengan penampilan Tari Remo yang menjadi simbol dimulainya acara. Suasana kemudian dipandu hangat oleh Ellen Pratiwi yang memperkenalkan perjalanan kepenulisan Felarose, termasuk proses kreatif di balik terbitnya buku perdananya.
Direktur IFI Surabaya, Vincent Padare, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas karya yang dinilai memiliki nilai reflektif dan inspiratif. Dukungan juga datang dari Kaori Azzahra yang menyoroti perjalanan Felarose sejak masa belajar hingga mampu menerbitkan buku solo. Momen tersebut diperkuat dengan pemutaran dokumentasi pengalaman penulis saat mengikuti program pertukaran pelajar di Colorado, Amerika Serikat.
Refleksi Perjalanan Personal dalam Ameliorate
Tepat pukul 17.00 WIB, Felarose secara resmi meluncurkan Ameliorate. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan pihak-pihak yang mendukung proses kreatifnya.
Dalam sesi bedah buku, dua akademisi Sastra Indonesia UINSA, Novia Adibatus Shofah dan Jiphie Gilia Indriyani, mengulas isi karya tersebut dari berbagai perspektif.
Shofah menilai Ameliorate sebagai karya nonfiksi bergenre travel writing yang tidak hanya merekam perjalanan fisik, tetapi juga refleksi personal penulis saat berinteraksi di ruang budaya yang berbeda. Ia menyoroti pendekatan poskolonial serta strategi penceritaan yang membuat pengalaman sehari-hari terasa baru bagi pembaca.
Sementara itu, Jiphie menekankan kekuatan narasi dan pilihan diksi yang detail. Menurutnya, elemen tersebut berhasil membangun kedekatan emosional, sehingga pembaca dapat merasakan pengalaman yang dihadirkan penulis secara lebih mendalam.
Antusiasme Peserta dan Interaksi Langsung
Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan kuis interaktif. Peserta yang aktif berkesempatan mendapatkan buku cetak Ameliorate, menambah antusiasme dalam forum tersebut.
Rangkaian kegiatan berlangsung hingga pukul 18.30 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama serta penandatanganan buku. Momen ini menjadi ruang interaksi langsung antara pembaca dan penulis, sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Surabaya.
Peluncuran Ameliorate tidak hanya menjadi ajang perkenalan karya, tetapi juga membuka ruang diskusi kritis tentang pengalaman personal, identitas, dan perspektif budaya dalam karya sastra kontemporer Indonesia. (tas)

