Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui program pasar murah yang digelar secara berkelanjutan di berbagai daerah. Upaya ini kembali diwujudkan melalui pelaksanaan pasar murah ke-59 yang berlangsung di Desa Sedatiagung, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (8/4/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah tekanan global yang memengaruhi rantai pasok pangan. Ia menilai intervensi langsung melalui pasar murah mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas disediakan di bawah harga pasar. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter. Selain itu, tersedia pula telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Komoditas lain seperti bawang putih, bawang merah, cabai, hingga daging ayam ras juga ditawarkan dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan harga pasar. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya di tengah fluktuasi harga akibat dinamika global.
Khofifah menjelaskan bahwa keberlanjutan program pasar murah merupakan bagian dari kebijakan penguatan ketahanan pangan daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa stok pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Penguatan sistem distribusi dinilai penting untuk menghindari kesenjangan harga antarwilayah yang dapat memicu inflasi.
Lebih lanjut, Khofifah menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Keterlibatan pelaku usaha, distributor, serta pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan program pengendalian harga.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berbelanja secara rasional dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan ketersediaan stok yang mencukupi, masyarakat diharapkan dapat berperan dalam menjaga stabilitas pasar.
Program pasar murah ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan dan melindungi daya beli masyarakat Jawa Timur di tengah ketidakpastian ekonomi global. (tas)

