Surabaya (prapanca.id) – Antusiasme tinggi mewarnai pelaksanaan Olimpiade Sains Airlangga (OSA) 2025 di Universitas Airlangga (UNAIR). Salah satu sorotan datang dari SMA Darul Ulum 1 Peterongan Jombang, yang tercatat sebagai sekolah dengan jumlah peserta terbanyak pada ajang nasional tersebut.
Sebanyak 182 santri dari sekolah berbasis pesantren itu mengikuti OSA 2025 setelah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif. Para siswa diberangkatkan langsung oleh pihak sekolah menggunakan tiga unit bus dan satu mobil, didampingi kepala sekolah serta para guru sebagai bentuk dukungan penuh terhadap perjuangan akademik peserta didik.
Kepala SMA Darul Ulum 1 Peterongan Jombang, Didik Sadianto, M.Pd., menegaskan bahwa keikutsertaan ratusan santri dalam OSA bukan sekadar partisipasi lomba, melainkan bagian dari strategi pendidikan jangka panjang sekolah dalam mengantarkan siswa menuju perguruan tinggi negeri (PTN).
“Bagi kami, OSA bukan hanya kompetisi. Ini adalah latihan mental, pemanasan akademik, sekaligus ruang bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan diri sebelum menghadapi seleksi masuk PTN. Hampir 90 persen santri kami melanjutkan ke perguruan tinggi, dan UNAIR menjadi salah satu tujuan favorit,” ujarnya.
Seleksi Ketat dan Pembinaan Intensif
Didik menjelaskan, antusiasme siswa sebenarnya jauh lebih besar. Dari sekitar 270 siswa yang mendaftar, sekolah melakukan seleksi berbasis passing grade hingga terpilih 182 peserta yang dinilai siap mengikuti OSA 2025.
“Seleksi ini bukan untuk membatasi, melainkan memastikan setiap siswa yang berangkat memiliki kesiapan akademik dan kepercayaan diri. Kami ingin anak-anak mengikuti OSA dengan mental siap, bukan sekadar coba-coba,” jelasnya.
Menjelang keberangkatan, pihak sekolah melakukan pendampingan selama dua pekan melalui tiga tahapan pembinaan, yakni belajar komunitas di asrama, belajar mandiri, serta pendalaman materi bersama guru mata pelajaran di sekolah.
“OSA menjadi cermin bagi anak-anak untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka. Ini sangat relevan sebagai bekal menghadapi UTBK. Lebih dari itu, mereka belajar berani bermimpi dan berjuang sejak dini,” tambah Didik.
Ia menyebut, tradisi mengikuti OSA telah berlangsung selama bertahun-tahun di SMA Darul Ulum. Bahkan, sejumlah alumni berhasil diterima di UNAIR melalui jalur SNBP maupun golden ticket.
“Hasil OSA akan kami petakan bersama nilai rapor dan minat siswa melalui guru BK. Dari situ, setiap anak bisa diarahkan memilih jalur masuk PTN yang paling sesuai dengan potensinya,” katanya.
Harapan Santri Menuju Kampus Impian
Di antara ratusan peserta, Selvia Budiarti, siswi kelas XII MA asal Nganjuk, datang membawa harapan besar. Ia mengaku mengikuti OSA untuk memvalidasi mimpinya melanjutkan pendidikan ke UNAIR.
“Saya tahu OSA dari Instagram. Bagi saya, ini langkah awal untuk masuk perguruan tinggi. Saya ingin kuliah di UNAIR, jurusan akuntansi,” ujarnya.
Selvia mengaku dukungan sekolah melalui seleksi dan pembinaan membuatnya merasa lebih percaya diri. “OSA ini jadi ajang pembuktian. Setidaknya saya tahu posisi kemampuan saya sekarang dan apa yang harus diperbaiki ke depan,” tuturnya.
Lebih dari Sekadar Angka Peserta
Keikutsertaan SMA Darul Ulum 1 Peterongan Jombang dalam OSA 2025 tidak hanya mencatatkan angka peserta terbanyak. Lebih dari itu, tersimpan cerita tentang pendampingan pendidikan, keberanian bermimpi, dan ikhtiar kolektif ratusan santri untuk meraih masa depan melalui jalur prestasi.
Melalui OSA, UNAIR tidak hanya menjadi arena kompetisi akademik, tetapi juga ruang inklusif bagi pelajar dari berbagai latar belakang untuk mengukur kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan menapaki jalan menuju pendidikan tinggi negeri. (tas)

