Liverpool (prapanca.id) – Liverpool kembali menghadapi tekanan besar setelah kekalahan telak 0-3 dari Nottingham Forest dalam lanjutan Premier League. Laga di Anfield yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan usai jeda internasional justru berubah menjadi titik krisis baru bagi skuad Arne Slot.
Pertandingan berlangsung di bawah dominasi tim tamu yang membuka keunggulan melalui Murillo setelah memanfaatkan kekacauan di kotak penalti Liverpool dari situasi sepak pojok.
Hanya beberapa detik setelah babak kedua dimulai, Nicolo Savona menambah derita tuan rumah melalui penyelesaian akurat yang tak mampu diantisipasi Alisson Becker. Morgan Gibbs-White kemudian memperbesar keunggulan setelah memanfaatkan bola muntah dari penyelamatan sang kiper, seperti dicatat Flashscore.
Hasil tersebut membuat Liverpool berada di posisi 11 klasemen, berada lebih dekat ke zona degradasi daripada pemuncak klasemen sementara Arsenal. Catatan delapan kekalahan dari 11 laga di semua ajang — termasuk lima dalam enam pertandingan terakhir Premier League — memperkuat suara publik yang mendesak adanya evaluasi terhadap masa depan Arne Slot, sebagaimana dilaporkan Sports Mole.
Seruan Kesabaran dari Jamie Redknapp
Di tengah meningkatnya kritik, analis Sky Sports Jamie Redknapp menyampaikan pandangan berbeda. Mantan gelandang Liverpool tersebut menilai bahwa Arne Slot masih memiliki rekam jejak yang layak dihargai setelah membawa The Reds meraih gelar Premier League musim sebelumnya. Redknapp memandang manajemen perlu memberikan ruang bagi Slot untuk memperbaiki kondisi tim.
Redknapp juga menilai adanya faktor non-teknis yang memengaruhi penurunan performa Liverpool, termasuk dampak emosional pasca-kepergian Diogo Jota serta proses adaptasi sejumlah rekrutan baru.
Arne Slot Ambil Tanggung Jawab
Meski mendapat sorotan tajam, Arne Slot memilih mengambil tanggung jawab penuh atas performa tim. Slot menilai bahwa kurangnya kreativitas, perubahan taktik yang tidak berjalan, dan kegagalan memanfaatkan peluang menjadi bagian dari evaluasi yang harus ditanggungnya.
Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa periode buruk ini harus dihadapi dengan kepala tegak dan kerja keras, terutama mengingat Liverpool akan segera menghadapi pertandingan Liga Champions. Slot memandang kualitas skuad sebenarnya memadai, namun belum mampu dioptimalkannya pada fase ini.
Virgil van Dijk Soroti Masalah Pertahanan
Selain kritik terhadap performa keseluruhan tim, persoalan pertahanan juga mendapat perhatian serius. Virgil van Dijk sebelumnya menyampaikan kegelisahannya mengenai lemahnya koordinasi di lini belakang. Liverpool telah kebobolan 20 gol dalam 11 laga Premier League — kontras dengan soliditas pertahanan yang menjadi fondasi keberhasilan meraih gelar pada musim sebelumnya.
Hasil buruk di Anfield tersebut kini menempatkan Liverpool dalam fase kritis musim ini. Dengan tekanan yang meningkat dari suporter, penilaian publik terhadap Arne Slot terus berkembang, sementara manajemen dihadapkan pada keputusan penting untuk menjaga stabilitas klub sekaligus mempertahankan peluang kompetitif di sisa musim. (anz)

