Surabaya (prapanca.id) – Prestasi internasional kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga. Muhammad Maulana, mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berhasil meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang Changemaker Youth ASEAN Excursion (CAYE ASEAN) Batch 4.
Dalam forum kepemudaan yang digelar di Singapura dan Malaysia pada 6–10 April 2026 tersebut, Maulana dinobatkan sebagai Best Delegate. Ia juga meraih tiga penghargaan lain, yakni 1st Media Presentation, 1st Best Group, dan 1st Best Presenter. Capaian ini diraih setelah melalui proses seleksi ketat hingga akhirnya lolos sebagai delegasi fully funded.
Ajang yang diselenggarakan oleh Changemaker Indonesia tersebut mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan untuk mempresentasikan solusi atas isu global, khususnya yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Inovasi Eduventure untuk Pendidikan Inklusif
Keberhasilan Maulana tidak terlepas dari inovasi yang ia kembangkan melalui aplikasi Eduventure. Platform ini dirancang sebagai solusi atas tantangan pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), khususnya dalam menjawab isu Quality Education (SDG 4).
Gagasan Eduventure berangkat dari realitas keterbatasan akses pendidikan serta rendahnya minat belajar akibat metode pembelajaran yang monoton. Maulana mengembangkan konsep pembelajaran berbasis digital dengan pendekatan gamifikasi agar proses belajar menjadi lebih interaktif dan menarik.
Selain itu, Eduventure juga dirancang untuk menjawab persoalan keterbatasan jaringan internet di wilayah pelosok. Salah satu fitur unggulannya adalah digitalisasi modul pembelajaran yang dapat diakses secara offline. Sistem ini memungkinkan materi dari perpustakaan di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta didistribusikan ke daerah terpencil dalam bentuk digital.
Tak hanya itu, platform ini dilengkapi dengan sejumlah fitur pendukung, seperti pemantauan perkembangan belajar siswa, dashboard evaluasi bagi guru, serta teknologi AI Consulting. Integrasi ini memungkinkan tenaga pendidik untuk memantau capaian siswa secara lebih sistematis dan berbasis data.
Strategi dan Kepemimpinan Jadi Kunci
Selain inovasi yang kuat, keberhasilan Maulana juga didukung oleh persiapan yang matang. Ia mengasah kemampuan presentasi dengan pendekatan interaktif, termasuk teknik komunikasi yang mendorong keterlibatan audiens.
Dalam kompetisi tersebut, aspek kepemimpinan menjadi salah satu penilaian utama. Maulana dinilai mampu mengelola tim secara inklusif, membuka ruang kolaborasi, serta memastikan setiap anggota tim dapat berkontribusi secara optimal.
Pendekatan tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkannya meraih predikat Best Delegate, yang tidak hanya menilai ide, tetapi juga kemampuan eksekusi dan kepemimpinan di lapangan.
Dorong Mahasiswa Berani Go Global
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat internasional, terutama dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi. Maulana berharap prestasi ini dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang global.
Ia menekankan bahwa kesempatan untuk berkompetisi di level internasional terbuka luas, selama diiringi dengan kesiapan, keberanian, dan komitmen untuk terus berkembang.
Ke depan, inovasi seperti Eduventure diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap kompetisi, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T.
Dengan capaian ini, Universitas Airlangga kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang mendorong lahirnya generasi muda inovatif dan berdaya saing global, sekaligus berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. (tas)

