Surabaya (prapanca.id) – Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencetak lulusan berdaya saing global melalui program double degree. Pada Wisuda Periode ke-261 yang digelar di Kampus MERR-C, sejumlah mahasiswa berhasil meraih dua gelar sekaligus dari UNAIR dan Queensland University of Technology (QUT), Australia.
Di antara lulusan tersebut, Haykal Afkar dan Gricelin Tristeny Lentik menjadi dua nama yang menonjol. Keduanya menyelesaikan pendidikan sarjana psikologi melalui skema International Undergraduate Program (IUP) yang memungkinkan mahasiswa menempuh studi lintas negara.
Program double degree ini merupakan bentuk kerja sama internasional UNAIR dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas wawasan global mahasiswa. Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik di dalam negeri, tetapi juga memahami sistem pendidikan di luar negeri.
Haykal Afkar menjelaskan bahwa keputusannya mengikuti program ini didorong oleh keinginan untuk memperdalam ilmu psikologi sekaligus membandingkan pendekatan pembelajaran antara Indonesia dan Australia. Ia menilai pengalaman tersebut memberikan perspektif yang lebih luas dalam memahami bidang psikologi.
Selama menjalani studi, mahasiswa dituntut untuk beradaptasi dengan perbedaan sistem pembelajaran. Di QUT, pendekatan yang digunakan cenderung teoritis, sementara di UNAIR lebih menekankan pada praktik dan penerapan langsung. Perbedaan ini justru menjadi nilai tambah karena memberikan keseimbangan antara pemahaman konsep dan keterampilan aplikatif.
Sementara itu, Gricelin Tristeny Lentik mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia psikologi telah tumbuh sejak bangku sekolah menengah. Kesempatan mengikuti program double degree menjadi langkah strategis untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas pengalaman internasional.
Ia juga menilai proses adaptasi selama menjalani studi di Australia berjalan relatif lancar. Lingkungan akademik yang mendukung serta pengalaman lintas budaya memberikan bekal penting bagi pengembangan diri.
Setelah menyelesaikan pendidikan, kedua lulusan tersebut memiliki rencana untuk berkontribusi di Indonesia. Haykal ingin fokus pada penanganan isu kesehatan mental yang masih membutuhkan perhatian serius. Sementara Gricelin berkomitmen untuk mengembangkan bidang pendidikan, khususnya bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Keberhasilan mahasiswa dalam program double degree ini menunjukkan komitmen UNAIR dalam menghadirkan pendidikan berkualitas global. Selain meningkatkan kompetensi akademik, program ini juga membuka peluang bagi lulusan untuk berkontribusi lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (tas)

