Jember (prapanca.id) — Upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan Madrasah Aliyah Nahdlatuth Thalabah, Kesilir, Wuluhan, Kabupaten Jember. Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, madrasah tersebut menjajaki kerja sama strategis dengan PPB UIN Sunan Ampel Surabaya guna memperkuat kualitas akademik, khususnya dalam pengembangan program bahasa Arab.
Kepala Madrasah, Muhammad Mudlofar, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang terukur, sistematis, dan berstandar nasional.
Fokus pada Evaluasi Eksternal dan Penjaminan Mutu
Salah satu poin utama dalam penjajakan kerja sama adalah pelibatan PPB UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai evaluator eksternal. Skema ini diharapkan mampu menghadirkan pengukuran objektif terhadap capaian hasil belajar siswa.
Model evaluasi eksternal dinilai penting untuk memastikan kualitas pembelajaran tidak hanya dinilai secara internal, tetapi juga mendapatkan validasi dari institusi perguruan tinggi yang memiliki otoritas akademik di bidang bahasa.
Dengan mekanisme tersebut, madrasah menargetkan terbentuknya sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan dan berbasis data.
Sertifikasi TOAFL untuk Daya Saing Lulusan
Selain evaluasi pembelajaran, rencana kerja sama juga mencakup peluang sertifikasi kompetensi bahasa Arab melalui uji kecakapan dan penerbitan Sertifikat Kecakapan Bahasa Arab (TOAFL).
Sertifikasi ini dipandang sebagai pengakuan formal atas kompetensi siswa, sekaligus menjadi nilai tambah saat melanjutkan studi ke perguruan tinggi, khususnya pada program studi berbasis keislaman atau bahasa.
Muhammad Mudlofar menegaskan bahwa penguatan standar akademik menjadi prioritas madrasah agar program bahasa Arab yang dikembangkan benar-benar memiliki legitimasi dan daya saing.
Tata Kelola Kemitraan Berkelanjutan
Dalam tahap konsultasi, pihak madrasah juga meminta informasi mengenai persyaratan administratif dan kualifikasi kelembagaan yang harus dipenuhi untuk merealisasikan kerja sama resmi.
Langkah ini menunjukkan pendekatan yang terstruktur, tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada tata kelola kemitraan yang profesional dan berkelanjutan.
Sinergi dengan perguruan tinggi dinilai strategis dalam membangun budaya akademik unggul di tingkat madrasah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembelajaran bahasa Arab yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi dan dunia profesional.
Dorong Lulusan Kompeten dan Tersertifikasi
Dengan rencana kerja sama ini, MA Nahdlatuth Thalabah optimistis mampu meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan bahasa Arab yang tersertifikasi.
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan peningkatan daya saing generasi muda, khususnya dalam menghadapi tuntutan pendidikan tinggi dan persaingan global berbasis kompetensi. (agu)

