Surabaya (prapanca.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) terus memperkuat perannya dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif dan mandiri secara ekonomi. Melalui kuliah tamu bertajuk Young Entrepreneurs: For a Better Future of Indonesia, kampus ini mendorong mahasiswa untuk bertransformasi dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Kegiatan yang digelar di Aula Garuda Mukti, Gedung Manajemen Kampus MERR-C tersebut menghadirkan kolaborasi strategis dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kehadiran Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa terhadap dinamika dunia usaha nasional dan global.
Respons terhadap Tantangan Pengangguran Intelektual
Rektor UNAIR, Prof. Muhammad Madyan, menyoroti fenomena meningkatnya jumlah lulusan sarjana yang belum terserap di dunia kerja. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan pendekatan baru dalam sistem pendidikan tinggi.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga harus membekali mereka dengan kemampuan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri. Dalam konteks tersebut, UNAIR mulai mengarahkan mahasiswa untuk memiliki orientasi kewirausahaan sejak dini.
Langkah konkret yang telah dilakukan antara lain memasukkan mata kuliah kewirausahaan sebagai bagian wajib dalam kurikulum. Kebijakan ini dirancang untuk membentuk pola pikir inovatif, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan membaca peluang pasar.
Bangun Ekosistem Inovasi Berbasis Kampus
Selain penguatan kurikulum, UNAIR juga fokus membangun ekosistem inovasi yang mendukung lahirnya ide-ide bisnis dari mahasiswa. Lingkungan akademik tidak lagi hanya menjadi ruang belajar teori, tetapi juga laboratorium untuk mengembangkan gagasan menjadi produk bernilai ekonomi.
Dalam forum tersebut, Prof. Madyan menjelaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem tersebut. Sinergi dengan Kementerian Perdagangan dinilai membuka akses informasi, jejaring, hingga peluang ekspansi bisnis bagi mahasiswa.
Kehadiran Dyah Roro Esti Widya Putri diharapkan dapat memberikan perspektif praktis terkait peluang usaha di tengah transformasi ekonomi digital, termasuk potensi ekspor produk kreatif dan UMKM berbasis inovasi.
Dorong Mental Tangguh dan Adaptif
Lebih jauh, Rektor UNAIR juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi dunia usaha. Ia menilai bahwa ketakutan terhadap kegagalan masih menjadi salah satu hambatan utama bagi generasi muda untuk memulai bisnis.
Menurutnya, kegagalan justru merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk lebih berani mencoba, bereksperimen, dan belajar dari setiap proses yang dijalani.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi UNAIR dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki daya tahan dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan.
Peran Mahasiswa dalam Masa Depan Ekonomi Indonesia
Kuliah tamu ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis mereka dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan jumlah lulusan yang terus meningkat setiap tahun, kontribusi generasi muda dinilai sangat menentukan arah pertumbuhan ekonomi ke depan.
Melalui penguatan kapasitas kewirausahaan, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, serta mendorong inovasi di berbagai sektor.
Penutup
Inisiatif UNAIR melalui kuliah tamu ini menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab tantangan pengangguran intelektual sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global. Dengan dukungan kolaborasi lintas sektor dan penguatan ekosistem inovasi, kampus ini optimistis mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan muda yang berdampak bagi masyarakat.
Upaya ini juga menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi di Indonesia, yang tidak lagi berorientasi pada pencari kerja semata, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas. (tas)

