Surabaya (prapanca.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu kedokteran dan layanan kesehatan melalui Sidang Pengukuhan Guru Besar yang digelar pada Kamis (29/1/2026). Dalam sidang tersebut, UNAIR secara resmi mengukuhkan lima guru besar dari rumpun fakultas kedokteran.
Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin. menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar merupakan tonggak penting dalam perjalanan akademik seorang dosen. Jabatan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian ilmiah, tetapi juga amanah besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, bangsa, dan kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa peran guru besar harus terus relevan dengan tantangan zaman, khususnya dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
Pada kesempatan tersebut, lima guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. I Gde Rurus Suryawan, dr., SpJP., Subsp. KI(K); Prof. Dr. Andrianto, dr., SpJP., Subsp. IKKV(K); Prof. Dr. Yunias Setiawati, dr., SpKJ., Subsp. AR(K); Prof. Dr. Muhammad Arifin Parenrengi, dr., SpBS., Subsp. N-Ped(K); serta Prof. Dr. Wahjoe Djatisoesanto, dr., SpU., Subsp. Onk.
Kelima akademisi tersebut mewakili berbagai bidang strategis, mulai dari intervensi koroner dan kegawatdaruratan jantung, psikiatri anak dan remaja, ADHD, trauma kepala, hingga tumor urogenital.
Rektor UNAIR menilai tema besar dalam orasi ilmiah para guru besar mencerminkan arah transformasi layanan kesehatan masa depan yang presisi, terintegrasi, dan berorientasi pada kualitas hidup manusia secara holistik. Inovasi teknologi medis, pendekatan berbasis biologi dan biomarker, serta penguatan sistem layanan kesehatan menjadi benang merah kontribusi UNAIR bagi dunia kedokteran.
Selain capaian akademik, Prof. Madyan juga mengingatkan pentingnya peningkatan kinerja tridharma perguruan tinggi, sejalan dengan Peraturan Mendikbudristek Nomor 52 Tahun 2025 tentang optimalisasi kinerja dosen pada jenjang akademik tertinggi.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan harapan agar para guru besar yang dikukuhkan terus menghadirkan ilmu yang berdampak luas bagi masyarakat. (tas)

