Banyuwangi (prapanca.id) – Dalam rangka memastikan kelancaran lalu lintas menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol. Faizal, melakukan peninjauan langsung ke ruas Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) pada Kamis (2/10).
Tol sepanjang 175,46 kilometer ini ditargetkan untuk difungsionalkan secara terbatas dan satu arah saat puncak arus mudik dan balik Nataru, guna mengurangi potensi kemacetan parah di jalur nasional, terutama di wilayah Pantura Jawa Timur.
“Gerbang Tol Paiton rencananya akan dibuka secara fungsional dengan sistem satu arah selama Operasi Natal dan Tahun Baru. Nantinya akan dipantau situasi untuk menentukan arah lalu lintas, apakah dari Surabaya ke Banyuwangi atau sebaliknya,” ungkap Brigjen Pol. Faizal di sela-sela kunjungannya.
Dua Tahap Pembangunan, Siap Dukung Arus Nataru
Pembangunan Tol Probowangi dibagi dalam dua tahap utama:
- Tahap I: Probolinggo – Besuki sepanjang 49,68 km
- Tahap II: Besuki – Banyuwangi sepanjang 126,10 km
Meskipun proses pembangunan masih berlangsung, Faizal memastikan bahwa infrastruktur utama dan fasilitas pendukung di beberapa ruas sudah siap digunakan secara fungsional selama periode libur panjang mendatang.
“Untuk tahap pertama sampai Besuki, dan tahap kedua dari Besuki sampai Banyuwangi. Pembangunan ini akan terus dilanjutkan bersama Jasa Marga,” katanya.
Menurut pantauan tim Korlantas, sejumlah infrastruktur seperti penerangan jalan, marka jalan, dan kondisi aspal-beton sudah menunjukkan kesiapan mendekati 100 persen.
Infrastruktur Hampir Rampung, Koordinasi Jelang Operasi Lilin
Brigjen Faizal mengungkapkan bahwa sejumlah perbaikan kecil masih harus dilakukan sebelum jalur tol benar-benar dibuka untuk fungsional satu arah.
“Kami sudah melihat bahwa progresnya mendekati 100%, termasuk penerangan jalan. Hanya ada beberapa perbaikan kecil yang perlu diselesaikan. Kondisi aspal dan beton juga sudah bagus,” jelasnya.
Untuk itu, pihak Korlantas akan melakukan koordinasi lanjutan dengan berbagai pihak terkait, seperti pengelola tol, dinas perhubungan, dan kepolisian daerah, guna memastikan pengecekan akhir menjelang Operasi Lilin 2025, operasi tahunan pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Tujuan: Mengurai Kepadatan, Meningkatkan Keselamatan
Pengoperasian fungsional Tol Probowangi secara satu arah diharapkan bisa mengurai beban lalu lintas di jalur arteri nasional seperti Pantura yang selama ini menjadi titik rawan kepadatan.
“Dengan adanya jalan tol ini, arus kendaraan bisa lebih lancar, dan kita harapkan juga dapat mengurangi potensi kecelakaan akibat kepadatan lalu lintas di jalan biasa,” ujar Brigjen Faizal.
Langkah antisipatif ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun liburan akhir tahun, terutama di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Harapan dan Dampak Positif Bagi Masyarakat
Dengan kesiapan tol yang mendekati selesai, masyarakat Jawa Timur, khususnya dari Surabaya hingga Banyuwangi, diperkirakan akan mendapatkan akses transportasi yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, kehadiran Tol Probowangi tidak hanya akan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas saat Nataru, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa, termasuk sektor pariwisata di Banyuwangi dan sekitarnya.
Tol Probowangi menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis nasional yang kini berada di tahap akhir sebelum difungsionalkan secara terbatas. Tinjauan dari Korlantas Polri menunjukkan kesiapan yang menjanjikan, dengan harapan besar agar libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat dilalui dengan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.
Dengan dukungan penuh dari Polri, Jasa Marga, dan pemerintah daerah, Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi diharapkan segera menjadi penghubung vital di ujung timur Pulau Jawa, sekaligus solusi jangka panjang atas persoalan kepadatan lalu lintas nasional. (agu)

