Surabaya (prapanca.id) – Memperingati hari jadinya yang ke-20, komunitas fotografi Matanesia menggagas kolaborasi strategis dengan komunitas #MingguMotret untuk menghadirkan rangkaian kegiatan fotografi berskala nasional di Surabaya.
Bertajuk “Lintasan Dua Era – Menuju Karya Tanpa Batas”, acara ini berlangsung 23–26 Januari 2026 dan dipusatkan di Kopilaborasi Kafe, kawasan Ngagel Jaya Utara, Surabaya. Kegiatan meliputi pameran foto, diskusi, serta workshop bersama sejumlah fotografer nasional lintas genre.
Koordinator acara sekaligus pendiri #MingguMotret, Danang, menjelaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari kesamaan visi kedua komunitas yang sama-sama berdiri pada 26 Januari. Menurutnya, inisiatif ini bertujuan memperkuat ekosistem fotografi berbasis pendidikan dan apresiasi seni visual di Surabaya dan sekitarnya.
“Kolaborasi dua komunitas ini merupakan gagasan untuk mempersembahkan kegiatan berbasis pendidikan dan apresiasi fotografi bagi khalayak di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Danang.
Ia menambahkan, sejumlah fotografer nasional diundang sebagai narasumber dalam sesi wicara fotografi maupun workshop. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya wawasan dan keterampilan pegiat fotografi lokal.
“Jejak rekam dan pengalaman para narasumber di berbagai genre fotografi akan menambah pengetahuan serta keterampilan teman-teman pegiat fotografi di Surabaya,” jelasnya.
Beberapa nama besar yang akan hadir antara lain Oscar Motuloh (pendiri Yayasan Riset Visual MataWaktu), El Badas (fotografer fesyen), Bimo Pradityo* (street photographer), Justinus Sukotjo (fotografer lanskap), D. Agung Krisprimandoyo (fotografer perjalanan), Bahana Patria (pewarta foto Kompas), Guslan Gumilang (pewarta foto), serta Galang Wnie (fotografer bawah air). Dalam pameran foto, panitia juga menampilkan karya dari fotografer undangan, komunitas foto lokal, serta komunitas foto perusahaan.
Pendiri Matanesia, Mamuk Ismuntoro menyampaikan rasa syukur atas perjalanan dua dekade komunitasnya. Menurutnya, usia 20 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus tantangan untuk tetap relevan di tengah dinamika perkembangan fotografi.
“Perjalanan dua dekade Matanesia mengingatkan kami bahwa komunitas berbasis pendidikan fotografi harus terus relevan di masa kini dan mendatang. Kolaborasi dengan #MingguMotret adalah langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan ekosistem fotografi di Indonesia, khususnya di Surabaya,” tutur Mamuk, Senin (19/1/2026).
Bagi masyarakat dan penggemar fotografi di Surabaya dan sekitarnya, informasi lengkap jadwal pameran, diskusi, dan workshop dapat diakses melalui akun Instagram @matanesia dan @minggumotretsurabaya.(*)

