Surabaya (prapanca.id) — Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memberangkatkan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji tahun 1447 H/2026 M dari Embarkasi Surabaya. Pelepasan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Asrama Haji Surabaya, menandai dimulainya rangkaian keberangkatan jemaah ke Tanah Suci tahun ini.
Sebanyak 380 orang dalam kloter perdana ini diberangkatkan menuju Madinah, terdiri dari 376 jemaah asal Kabupaten Probolinggo dan 4 petugas pendamping. Kloter ini juga mencatat keberagaman usia, mulai dari jemaah termuda berusia 15 tahun hingga yang tertua berusia 86 tahun.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa keberangkatan haji merupakan momentum spiritual yang sangat istimewa. Ia mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga fisik, mengingat kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang menjadi tantangan tersendiri.
Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Ia berharap para jemaah dapat mengikuti panduan manasik yang telah diberikan sebelumnya, serta tetap disiplin terhadap aturan yang berlaku selama di Tanah Suci.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kesehatan menjadi faktor utama dalam kelancaran ibadah. Dengan kondisi fisik yang prima, jemaah diharapkan mampu menjalankan seluruh rukun haji secara optimal tanpa hambatan berarti.
Pelepasan kloter pertama ini juga menjadi bagian dari rangkaian besar keberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya yang tahun ini mencapai total 44.087 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 43.623 jemaah dan 464 petugas yang terbagi dalam 116 kloter. Mayoritas jemaah berasal dari Jawa Timur, disusul Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Sekretaris Dirjen Layanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Abdul Haris, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kesiapan penyelenggaraan haji di Embarkasi Surabaya, termasuk koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Menurut Abdul Haris, penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momen penting karena merupakan bagian dari penguatan layanan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Ia menekankan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Dengan dimulainya keberangkatan kloter pertama ini, diharapkan seluruh proses ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi seluruh jemaah Indonesia. (tas)

