Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan Islam yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan Orasi Ilmiah pada Wisuda Ke-112 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Minggu (20/7), yang diikuti oleh 2.180 wisudawan dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor.
Dalam pidatonya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh wisudawan untuk menjadi Enabler Leader dan Game Changer dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, generasi muda harus mampu menjawab tantangan global dengan inovasi dan kolaborasi, khususnya dalam pengembangan ekosistem pendidikan dan industri halal.
“Di tengah dinamika global, ketika di tangan orang lain sesuatu dianggap impossible, di tangan kalian semua bisa menjadi possible. Kita harus menjadi Game Changer dengan kapasitas, kompetensi, dan intelektualitas,” tegasnya.
Dukung Teaching Industry dan Islamic Finance
Dalam kesempatan itu, Khofifah mendorong UINSA untuk mengembangkan program Teaching Industry, terutama untuk industri halal, serta membuka Program Studi Islamic Finance. Menurutnya, dua inisiatif ini sangat potensial dan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri saat ini.
“Teaching Industry, khususnya untuk industri halal, sangat penting. Apalagi segera diresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Halal pertama di Indonesia, yakni di Sidoarjo,” ujarnya.
Terkait Islamic Finance, Khofifah menilai bahwa program ini akan memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan perbankan syariah di Indonesia.
“Prodi Islamic Finance bisa menjadi referensi penting bagi bank-bank syariah yang membutuhkan SDM dengan pemahaman keuangan Islam yang kuat,” katanya.
Penghargaan Tokoh Pendidikan Islam Jatim
Dalam acara tersebut, Khofifah juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Kontributif Pendidikan Islam Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Khofifah dalam mendukung pendidikan Islam di wilayah Jawa Timur.
Sejak masa jabatannya, Khofifah telah mendorong berbagai program unggulan seperti Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Madrasah Diniyah dan bantuan untuk guru swasta serta ustadz/ustadzah. Dalam lima tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasikan lebih dari Rp1 triliun untuk mendukung pendidikan keagamaan.
Tak hanya itu, Program Beasiswa Santri juga menjadi andalan Pemprov Jatim, dengan total 6.876 santri telah menerima beasiswa sejak 2019 hingga 2025, termasuk ke Universitas Al-Azhar Kairo.
“Alhamdulillah, ternyata apa yang kita lakukan dicatat dan dihargai. Terima kasih kepada Rektor dan UINSA. Ini menjadi pemacu untuk terus memperkuat sinergi antara Pemprov Jatim dan UINSA,” tutur Khofifah.
Pesan Khusus untuk Wisudawan
Di akhir orasinya, Khofifah memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar terus mengembangkan potensi diri dan tetap relevan di tengah tantangan zaman.
Senada dengan Gubernur Khofifah, Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki juga menyampaikan pentingnya ketangguhan mental bagi lulusan. Ia menyoroti fenomena Generasi Strawberry, yaitu generasi yang mudah rapuh dalam menghadapi tekanan.
“Jangan jadi generasi yang mudah patah. Tingkatkan literasi, kurangi scrolling media sosial, dan jadilah pribadi yang bijak dalam meninggalkan jejak digital,” pesan Prof. Muzakki.
Khofifah mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama membangun perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi umat dan masyarakat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (anz)

