Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral, khususnya peluang kerja sama strategis antara Jawa Timur dan sejumlah wilayah di Yaman pada sektor pendidikan, perdagangan, budaya, hingga investasi.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Republik Yaman, terutama dalam mempererat hubungan historis dan sosial yang selama ini telah terbangun kuat antara masyarakat Jawa Timur dan Hadramaut.
“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama teknis di sektor pendidikan, perdagangan, dan budaya. Tentunya seluruh proses akan tetap menyesuaikan ketentuan dan rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, serta DPRD Provinsi Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Menurutnya, hubungan antara Jawa Timur dan Yaman selama ini tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan historis yang telah terjalin sejak lama melalui perdagangan maritim, penyebaran ilmu pengetahuan, hingga interaksi sosial masyarakat.
Khofifah menjelaskan, hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Yaman dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Berdasarkan data periode 2021–2025, pertumbuhan ekspor Jawa Timur ke Yaman mengalami kenaikan rata-rata sebesar 24,08 persen per tahun.
Pada tahun 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman tercatat mencapai sekitar USD 14,6 juta. Komoditas utama yang diekspor meliputi produk olahan tepung sebesar USD 5,8 juta, sabun dan preparat pembersih USD 3,69 juta, kertas dan karton USD 1,5 juta, serta sejumlah produk lainnya seperti makanan olahan, perlengkapan listrik, produk kaca, dan hasil perikanan.
Sementara itu, nilai impor Jawa Timur dari Yaman mencapai USD 1,97 juta. Dengan capaian tersebut, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan terhadap Yaman sebesar USD 12,63 juta.
“Potensi kerja sama perdagangan masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Bahkan beberapa istilah makanan Indonesia cukup dikenal dan digunakan di Yaman, seperti nasi goreng, gado-gado, rujak, sambal, hingga mi instan,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, hubungan sosial masyarakat Indonesia dan Yaman juga semakin terasa melalui keberadaan berbagai produk khas Yaman yang cukup dikenal masyarakat Indonesia, salah satunya madu Yaman yang kerap menjadi oleh-oleh ibadah haji maupun umrah.
“Persaudaraan antara Indonesia dan Yaman, khususnya dengan Provinsi Hadramaut, sudah terbangun sangat kuat sejak lama. Banyak budaya dan produk Yaman yang juga dekat dengan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Di bidang budaya, Khofifah menilai hubungan Jawa Timur dan komunitas Arab-Hadhrami memiliki akar sejarah yang panjang. Kawasan Ampel di Surabaya menjadi salah satu simbol nyata akulturasi budaya dan hubungan sosial tersebut.
Menurutnya, keberadaan komunitas Arab-Hadhrami di Surabaya dan sejumlah daerah lain di Jawa Timur telah memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan sosial, budaya, hingga nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
“Nilai persaudaraan, toleransi, dan kontribusi sosial yang diwariskan komunitas Hadhrami telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya.
Selain budaya dan perdagangan, sektor pendidikan juga menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Khofifah menyebut hubungan pendidikan antara Indonesia dan Yaman telah berlangsung cukup lama, terutama melalui pertukaran pelajar dan mahasiswa di bidang studi keagamaan.
Ia berharap ke depan akan semakin banyak mahasiswa dari Yaman yang menempuh pendidikan di Jawa Timur, begitu pula mahasiswa asal Jawa Timur yang melanjutkan studi ke Yaman.
“Hubungan pendidikan ini penting karena berkaitan dengan penguatan moderasi dan wawasan keberagaman, khususnya bagi mahasiswa yang nantinya akan kembali mengabdi di masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kunjungannya ke Surabaya.
Ia menegaskan bahwa hubungan antara Yaman, khususnya Hadramaut, dan Indonesia telah terjalin sangat erat sejak lama karena adanya ikatan sejarah migrasi masyarakat Yaman ke Nusantara.
“Hubungan antara Hadramaut dan Jawa Timur bukan sekadar hubungan biasa, tetapi sudah seperti hubungan persaudaraan. Banyak masyarakat Yaman yang hijrah ke Indonesia dan memiliki kontribusi besar di negeri ini,” ujar Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kembali kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai pendidikan, budaya, hingga ekonomi.
“Kami ingin membangun kembali hubungan yang lebih kuat di sektor pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi. Semoga seluruh rencana kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua wilayah,” pungkasnya. (tas)

