Surabaya (prapanca.id) – Langkah konkret dalam memperkuat ekosistem literasi di lingkungan pendidikan kembali digulirkan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersinergi dengan Jawa Pos resmi meluncurkan Komunitas Guru Menulis. Peresmian wadah kolaboratif ini berlangsung di Kantor Jawa Pos, Surabaya, pada Rabu (1/7/2026).
Kehadiran komunitas ini dirancang sebagai ruang strategis bagi para pendidik untuk mengekspresikan gagasan, mendokumentasikan pengalaman mengajar, serta menyebarkan inspirasi melalui karya tulis yang akuntabel dan bertanggung jawab.
Sinergi Strategis Membangun Peradaban Lewat Tulisan
Peluncuran ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, menegaskan pentingnya peran guru di luar ruang kelas. Menurutnya, komunitas ini harus menjadi stimulus bagi para guru untuk terus merawat budaya literasi secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Aries menyampaikan pesan mendalam dari Gubernur Jawa Timur mengenai warisan pemikiran. Ia menekankan bahwa dedikasi guru dalam mengajar akan selalu diingat oleh para muridnya, namun guru yang aktif menulis akan mengukir jejak sejarah yang dikenang oleh peradaban.
Warisan Ilmu Pengetahuan bagi Generasi Mendatang
Apresiasi senada juga datang dari pihak regulator. Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyambut positif inisiatif pembentukan wadah ini. Ia menilai karya tulis yang dihasilkan oleh guru bukan sekadar catatan rutinitas profesi, melainkan sebuah warisan ilmu pengetahuan yang bernilai tinggi.
Nunuk juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk mengikis rasa ragu dalam memulai aktivitas menulis. Dengan berkembangnya Komunitas Guru Menulis, diharapkan lahir lebih banyak karya literasi berkualitas yang mampu menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi generasi masa depan.
Komitmen 77 Tahun Jawa Pos untuk Sektor Pendidikan
Sinergi ini sekaligus menandai momentum reflektif bagi salah satu media cetak tertua di Indonesia. Direktur Utama PT Jawa Pos Koran, Leak Kustiyo, menjelaskan bahwa pada peringatan hari jadi Jawa Pos yang ke-77, perusahaan berkomitmen memberikan kontribusi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh aspek hiburan, tahun ini Jawa Pos memilih fokus pada penguatan kapasitas guru. Leak menyatakan bahwa ruang ini disediakan agar para pendidik dapat menyuarakan gagasan publik yang berbasis pada fakta dan tanggung jawab moral.
Apresiasi bagi Para Pendidik Inspiratif
Selain peresmian komunitas, acara ini juga menjadi panggung apresiasi bagi para guru yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam dunia literasi. Panitia mengumumkan para pemenang Penghargaan Karya Terbaik Kompetisi Guru Menulis sebagai bentuk rekognisi atas dedikasi mereka.
Posisi Terbaik I diraih oleh Khoiridah Ayu Setyaningrum dari SMP Negeri 1 Wonoayu, Sidoarjo. Sementara itu, Terbaik II diberikan kepada Atika Ratnasari yang mewakili SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, disusul oleh Ahmad Hamim Fitriyanto dari UPT SMP Negeri 3 Gresik sebagai peraih Terbaik III. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi guru-guru lain di seluruh Indonesia untuk mulai menulis. (agu)

