Sidoarjo (prapanca.id) – Rotary Club Sidoarjo Persada kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui kegiatan khitanan massal gratis yang digelar di MINU Tambaksumur, Sidoarjo, Sabtu (20/6/2026). Program sosial ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera yang kerap menghadapi kendala biaya untuk menjalani prosedur khitan secara medis.
Sebanyak 25 anak laki-laki berusia antara 5 hingga 12 tahun mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari wilayah Tambaksumur dan sejumlah kecamatan di sekitar Sidoarjo. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan melibatkan tenaga medis profesional serta dukungan berbagai pihak lintas sektor.
Program ini hadir di tengah meningkatnya biaya khitan yang saat ini dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian keluarga berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak mereka.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pelayanan Khitan yang Aman dan Ramah Anak
Dalam pelaksanaannya, Rotary Club Sidoarjo Persada menggandeng Kelompok Pengkaji Lingkungan Aesculap (KPLA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), tim dokter UROBAYA, serta RSI Siti Hajar Sidoarjo. Sementara itu, MINU Tambaksumur berperan sebagai penyedia lokasi kegiatan.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan medis yang aman, sesuai standar kesehatan, serta tetap memperhatikan kenyamanan anak-anak selama proses khitan berlangsung.
Ketua panitia, Martha Kurnia K, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan generasi muda dan peningkatan kualitas kesehatan anak.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan fokus pelayanan Rotary International, khususnya pada bidang kesehatan dan pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih terjangkau sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sejak usia dini.
Peserta Terima Paket Bantuan dan Dukungan Psikologis
Selain layanan khitan tanpa biaya, para peserta juga menerima berbagai paket bantuan sebagai bentuk dukungan pasca tindakan. Paket tersebut terdiri atas sarung, peci, celana khitan khusus, serta uang saku.
Suasana kegiatan pun dirancang lebih ramah anak untuk mengurangi rasa cemas para peserta. Dukungan diberikan oleh Interact Sidoarjo Persada yang turut hadir menghibur anak-anak selama menunggu giliran. Berbagai aktivitas interaktif membuat suasana antrean menjadi lebih santai dan menyenangkan.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena dapat membantu anak-anak merasa lebih nyaman ketika menjalani prosedur medis, sekaligus menciptakan pengalaman yang positif bagi mereka dan keluarga.
Wadah Pengabdian Mahasiswa Kedokteran dan Penguatan Solidaritas Sosial
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Gelar Bakti Aesculap (GBA) yang dijalankan oleh mahasiswa KPLA FK UNAIR. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan kompetensi medis yang telah dipelajari sekaligus memperkuat kepekaan sosial terhadap kebutuhan masyarakat.
Rotary Club Sidoarjo Persada berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan, institusi pendidikan tinggi, fasilitas kesehatan, dan lembaga pendidikan dinilai menjadi model kolaborasi yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari sekadar layanan kesehatan gratis, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan kerja sama lintas lembaga dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam mendukung kesehatan dan masa depan anak-anak di Kabupaten Sidoarjo. (anz)

