Bekasi (prapanca.id) – Penyidik Polda Metro Jaya masih terus melakukan pencarian bagian tubuh korban dalam kasus mutilasi yang terjadi di wilayah Bekasi. Upaya ini dinilai krusial untuk melengkapi proses pembuktian serta kepentingan investigasi forensik dalam pengungkapan perkara secara menyeluruh.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa proses penyidikan masih berlangsung dan membutuhkan waktu. Ia menegaskan bahwa seluruh fakta akan diungkap secara bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, alat bukti, serta temuan ilmiah di lapangan.
Menurut Budi, kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang bagi penyidik agar dapat bekerja secara maksimal tanpa spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum.
Dalam perkembangan terbaru, Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah mengamankan dua orang terduga pelaku. Keduanya berinisial DS alias A dan S, yang ditangkap pada Minggu pagi, 29 Maret 2026, di wilayah Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.
Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku guna mengungkap motif, kronologi lengkap kejadian, serta peran masing-masing dalam kasus tersebut. Pendalaman ini menjadi bagian penting untuk membangun konstruksi hukum yang kuat sebelum berkas perkara dilimpahkan ke tahap selanjutnya.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penanganan kasus ini menggunakan pendekatan scientific crime investigation, yakni metode penyidikan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi forensik. Pendekatan ini diharapkan mampu mengungkap fakta secara objektif dan memperkuat alat bukti dalam proses peradilan.
Kasus mutilasi ini menjadi perhatian publik karena tingkat kekerasan yang tinggi serta kompleksitas dalam pengungkapan. Aparat kepolisian memastikan akan terus mengembangkan penyidikan hingga seluruh fakta terungkap dan proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (anz)

