Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota Surabaya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Pasukan dalam rangka pengamanan Hari Raya Nyepi 2026 dan Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (16/3/2026). Apel ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh elemen dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah momentum dua hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang memimpin langsung apel tersebut, menegaskan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Ia menyebut, berdekatannya perayaan Nyepi dan Idulfitri menjadi ujian sekaligus peluang bagi masyarakat Surabaya untuk menunjukkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama.
Menurutnya, Surabaya selama ini dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman tanpa gangguan.
“Kondisi ini menjadi tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga suasana tetap kondusif agar seluruh masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eri juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, serta aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan yang tetap bertugas selama masa libur. Ia menilai dedikasi para petugas tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus nilai ibadah.
Selain itu, ia menyoroti meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang, terutama arus mudik yang menyebabkan banyak rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Pemkot Surabaya menekankan pentingnya pengawasan lingkungan berbasis masyarakat.
Koordinasi dengan pengurus RT dan RW menjadi kunci dalam memastikan keamanan kawasan permukiman tetap terjaga. Warga yang hendak bepergian diimbau untuk melapor kepada pengurus setempat agar rumah yang ditinggalkan dapat dipantau secara kolektif.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Selain pengamanan fisik, pendekatan preventif juga dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan sosial selama periode libur panjang. Pemerintah berharap sinergi antara aparat dan masyarakat mampu meminimalkan risiko kejahatan maupun gangguan ketertiban.
Apel pasukan ini juga menjadi simbol kesiapan Surabaya dalam menghadapi dinamika sosial selama masa perayaan keagamaan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan dan kelancaran seluruh rangkaian perayaan.
Dengan langkah ini, Pemkot Surabaya berharap masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata, sekaligus memastikan kota tetap aman, nyaman, dan kondusif selama perayaan Nyepi dan Idulfitri 2026 berlangsung. (tas)

