Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain penghargaan, Jawa Timur juga menerima insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja daerah dalam menurunkan angka pengangguran.
Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang selama ini berkolaborasi dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang berada pada level 3,61 persen dan juga lebih baik dari rata-rata nasional sebesar 4,68 persen.
Dalam lima tahun terakhir, tren pengangguran di Jawa Timur terus menunjukkan penurunan. Pada Februari 2021, TPT Jawa Timur masih berada di angka 5,17 persen sebelum turun secara bertahap hingga mencapai 3,55 persen pada tahun ini.
Khofifah menjelaskan, salah satu faktor yang mendukung penurunan pengangguran adalah penguatan keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja. Program link and match antara sekolah, lembaga pelatihan, dan industri terus diperkuat guna meningkatkan daya saing lulusan.
Data BPS menunjukkan TPT lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Februari 2026 turun menjadi 5,73 persen dibandingkan 5,87 persen pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan pendidikan vokasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memperluas akses kerja melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, serta kerja sama penempatan tenaga kerja di dalam dan luar negeri. Saat ini, Jawa Timur telah menjalin kerja sama dengan 13 negara tujuan penempatan tenaga kerja.
Pada tahun 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Selain penurunan tingkat pengangguran, kondisi ketenagakerjaan Jawa Timur juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 74,78 persen atau naik 0,53 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk yang bekerja juga mencapai 24,25 juta orang atau bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Khofifah menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat program pembangunan sumber daya manusia, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Jawa Timur di tingkat nasional maupun global. (tas)

